Kamis, 23 April 2026

Berita Nasional

2 Parpol Bukan Pengusung Prabowo-Gibran Dinilai Berpotensi Dapat Jatah 2 Menteri

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS), Nyarwi Ahmad menilai Nasdem dan PKB paling berpotensi bergabung.

Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024). Nasdem dan PKB menjalin komunikasi dengan Prabowo baru-baru ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Partai politik di luar pengusung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nasdem paling berpotensi bergabung dengan pemerintahan.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS), Nyarwi Ahmad menilai Nasdem dan PKB paling berpotensi bergabung ke koalisi partai politik Prabowo-Gibran.

Selain itu, keduanya dinilai bakal mendapatkan jatah menteri di kabinet.

Baca juga: Prabowo Tetapkan Kriteria Ketat untuk Calon Menterinya, Berat untuk Dipenuhi?

"Untuk jatah menteri keduanya masing-masing 2 tidak lebih.

Karena keduanya bukan parpol pengusung Prabowo-Gibran," kata Nyarwi, Senin (29/4/2024).

Menurutnya, jika PKB dan Nasdem mendapatkan jatah menteri lebih dari 2 akan menimbulkan kecemburuan.

"Sejauh mana itu akan disepakati oleh Prabowo-Gibran maupun partai awal pengusung keduanya.

Saya kita itu sangat menentukan (Suara partai politik pengusung awal Prabowo-Gibran)," tandasnya

Kode Gabung Pemerintah

Aktivitas petinggi PKB dan Nasdem yang menjalani komunikasi dengan kubu Prabowo-Gibran ditenggarai sebagai satu sikap atau kode untuk bergabung dengan pemerintah.

Baca juga: PKS Buka Peluang Masuk Koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ditentukan setelah Halalbihalal

"Potensi masuk pemerintah untuk PKB dan Nasdem Saya kira itu sangat besar," kata Nyarwi.

Hal itu kata Nyarwi bisa dilihat misalnya ketika Prabowo ditetapkan oleh KPU langsung berkunjung ke PKB.

Bahkan menurutnya hal itu diperkuat koalisi Gerindra dan PKB sudah pernah terbentuk sebelumnya.

Hingga akhirnya bubar dan berpindah koalisi.

Baca juga: Nasdem Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, Surya Paloh Minta Semua Pihak Hormati Keputusannya

"Jadi potensinya sangat besar.

Nasdem juga demikian bagaimana kita lihat misalnya kunjungan Surya Paloh ke rumah Prabowo.

Belum lagi interaksi keduanya yang sudah sangat lama," jelasnya.

Atas hal itu ia meyakini PKB dan Nasdem sangat berpeluang untuk bisa bergabung ke koalisi Prabowo Gibran. (Tribunnews.com/Rahmat W Nugraha)

Baca juga: Jokowi Minta Anaknya dan Prabowo Mempersiapkan Diri : Setelah Pelantikan Langsung Kerja!

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved