Senin, 20 April 2026

Berita Banyumas

Miris Wisata Alam Bukit Watu Kumpul Banyumas Terbengkalai, Tak Ada Wisatawan Meski Lebaran

Wisata alam bukit Watu Kumpul di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tak lagi beroperasi. 

Permata Putra/Tribunbanyumas.com
Suasana terbengkalainya wisata Watu Kumpul Banyumas, banyak infrastruktur yang rusak, Minggu (21/4/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Wisata alam bukit Watu Kumpul di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tak lagi beroperasi. 

 

Semua fasilitas dan wahana permainan yang ada di kawasan itu mangkrak tak terawat.


Berbagai wahana permainan dan fasilitas yang sebelumnya dibangun kini kondisinya memprihatinkan.


Contohnya seperti taman bermain anak prosotan, ayunan, fasilitas lain ruko, mushola, toilet umum dan puluhan gazebo serta wahana permainan lainya yang sudah dibangun rusak tak terawat. 


Bahkan beberapa wahana permainan anak tersebut rusak dan hancur termasuk gazebo ambruk serta rumah kreasi tak terurus.

Baca juga: Habis Lebaran Pemuda di Purbalingga Ramai-ramai Cari Kerja, Permohonan AK1 Melonjak


Parahnya lagi insfrastruktur jalan mulai pintu gerbang sampai kawasan wisata rusak aspal mengelupas dan berlubang.


Kepala Desa Petahunan, Rohmat mengatakan sebelumnya objek wisata alam bukit Watu Kumpul menjadi destinasi dan andalan petahunan setelah Curug Nangga yang pengelolaanya oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan perhutani.


Wisata ini termasuk paling diminati wisatawan yang bukan hanya dari Kabupaten Banyumas namun banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.


Rusaknya fasilitas berdampak kunjungan wisatawan selama libur lebaran 2024 turun hingga nol persen.


"Wisata alam bukit watu kumpul menjadi destinasi desa kami namun pada libur lebaran tahun ini kunjungan wisatawan nol persen.


Dampak tidak beroperasinya wisata alam bukit watu kumpul masyarakat kami banyak kehilangan mata pencaharian yang jadi pekerja wisata pedagang tukang parkir serta lainya. 


Pemdes berharap ada campur tangan dari pemerintah agar wahana ini berioerasi termasuk sarana dan fasilitas wahana serta insfrastruktur diperbaiki akan menunjang perekonomian masyarakat," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (21/4/2024). 


Adapun landasan pacu take off paralayang maupun gantole dipenuhi tumbuh-tumbuhan dan rumput ilalang.


Tak heran lokasi itu sudah tidak lagi diminati lagi para pecinta olahraga para layang dan wisatawan lain yang datang menikmati panorama akam bukit nan hijau dan udara sejuk.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved