Selasa, 28 April 2026

Happy Ramadan

Pesan Gus Baha, Pelipur Lara Bagi yang tak Bisa Mudik : Rindu adalah Nikmat

Tidak bisa mudik berarti semakin menumpuk kerinduan seorang. Sedangkan kerinduan adalah kenikmatan tersendiri jika seorang merasakan.

Editor: khoirul muzaki
Kompas.com
Ilustrasi Mudik 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh setiap umat Islam. Di hari kemenangan, umat biasa memanfaatkannya untuk berkumpul dengan keluarga tercinta dengan agenda halal bihalal, di dalamnya ada momen saling memaafkan.

Termasuk bagi perantau yang merindukan momen itu untuk pulang ke kampung halaman (mudik). Namun tidak semua perantau beruntung bisa mudik ke kampung halaman saat Idul Fitri karena berbagai hal.

Mulai tuntutan pekerjaan atau tidak mendapatkan cuti lebaran, hingga tidak memiliki cukup uang untuk ongkos pulang. Apalagi biaya transportasi biasanya melonjak tajam menjelang lebaran. Belum lagi kebutuhan lain yang  mesti ditanggung saat seorang hendak mudik ke kampung halaman.

Tentunya sedih tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga besar. Apalagi ada kerinduan mendalam setelah setahun tidak pulang.

KH Bahaudin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha memberikan nasihat sebagai pelipur lara bagi para perantau yang tak bisa mudik lebaran. Menurut Gus Baha, bisa mudik atau tidak, sama-sama seorang bisa mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT.

Tidak bisa mudik berarti semakin menumpuk kerinduan seorang. Sedangkan kerinduan adalah kenikmatan tersendiri jika seorang merasakan.

Baca juga: Gelar Ischak Bersholawat Hadirkan Gus Azmi, Pria Ini Perkenalkan Diri Sebagai Calon Bupati Tegal

“Untuk teman-teman yang ditakdir belum bisa ketemu keluarga, bahwa rindu itu sudah bagian dari kenikmatan. Jadi kita berpikir positif bahwa bertemu itu nikmat, karena silaturahim (menyambung). Tidak ketemu, kita nikmati rasa rindu, rasa sayang yang terpendam,” jelas Gus Baha lewat YouTube

Lebih dari itu, Gus Baha menyebut rindu karena tidak bisa berjumpa dengan orang tersayang bisa memunculkan barokah.

Itu  bisa jadi salah satu cara dari Allah untuk membuat seseorang bisa merasakan nikmat.

“Sehingga dalam terminologi ‘isyq, yaitu semacam cinta. Justru barokahnya tidak ketemu itu ada kenikmatan tersendiri dalam kerinduan, dalam membayangkan ketemu, dalam membayangkan masa lalu yang indah, yang dulu bertemu terus sekarang tidak ketemu. Jadi Allah tidak kekurangan cara untuk membuat orang dapat nikmat.

Baca juga: Jalan Tol Solo-Yogya Tak Dibuka Malam saat Arus Mudik Lebaran 2024, Ini Alasan Kapolda Jateng

“Ketika ketemu, ya nikmat. Ketika rindu menikmati masa lalu yang bisa bertemu ya nikmat, meskipun sekarang tidak bertemu karena bagian kenikmatan manusia itu termasuk rindu. Namanya rindu itu ya tidak ketemu. Itu dinikmati, sambil selalu mengingat Allah. Ingat bahwa nikmat Allah selalu mengelilingi kita, selalu mencintai kita,” tegasnya.

“Insyaallah dengan cara itu kita bisa mengobati kekecewaan (karena tidak bisa mudik),” sambung Gus Baha, dikutip dari www.nu.or.id.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved