Berita Banjarnegara

Gus Wakhid Bongkar Obrolan Terakhir dengan Budhi Sarwono, Masih Memikirkan Rakyat Banjarnegara

Tokoh NU Banjarnegara Gus Wakhid Jumali, menilai Budhi Sarwono, sosok yang sangat dicintai rakyat. 

Editor: khoirul muzaki
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA- Mantan bupati Budhi Sarwono atau yang akrab dengan sapaan Wing Tjien meninggal dunia, Selasa (20/2/2024) pukul 22.40 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.


Meninggalnya Budhi Sarwono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, juga warga Banjarnegara.


Tokoh NU Banjarnegara Gus Wakhid Jumali, menilai Budhi Sarwono, sosok yang sangat dicintai rakyat. 


Dalam kenangan Gus Wakhid, Budhi Sarwono adalah sosok yang sangat memikirkan kesejahteraan rakyatnya, dengan segenap kemampuan meski dalam keterbatasan.

Baca juga: Cair Mulai Maret, Ketua RT/RW di Kebumen Dapat Insentif Tiap Bulan Segini Nilainya


Bahkan, sesaat sebelum meninggal, Budhi Sarwono sempat berbincang dengannya mengenai masa depan rakyat Banjarnegara. 


Ia tak menyangka jika pembicaraan via telepon itu merupakan obrolan terakhir dirinya dengan Budhi Sarwono

 


“Beberapa jam sebelum beliau wafat, sempat video call. Beliau membicarakan tentang bagaimana agar rakyat Banjarnegara bisa mandiri dan sejahtera. Ternyata itu obrolan terakhir,” kenangnya.


Budhi Sarwono menjabat Bupati Banjarnegara pada 2017 sampai 2021. Salah satu yang getol dilakukan Wing Tjien semasa menjadi Bupati Banjarnegara adalah pembangunan dan perbaikan jalan. 


Dia pun berusaha keras agar jalan di Banjarnegara mulus sehingga memudahkan akses masyarakat. 

Baca juga: Sampah di Wonosobo Bakal Disulap Jadi Bahan Bakar, Kerjasama dengan PT SBI Cilacap


Ia juga sangat disegani karena kebijakannya yang populis dengan membolehkan aktivitas dengan batasan tertentu di masa Covid-19. 


Hal tersebut, menurutnya, semata-mata agar ekonomi masyarakat tetap berjalan, sehingga kebutuhan hidup bisa tercukupi.


Meski ia harus mendapat kecaman oleh berbagai pihak karena kebijakannya yang dinilai berbahaya bagi persebaran wabah Covid 19. 

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved