Berita Kebumen

Rekor Harga Beras di Kebumen Tembus Rp 16 Ribu Perkilogram, Ini Pemicunya

Sebelumnya Rp11.000/Kg untuk jenis beras medium berangsur naik kisaran Rp13.000 sampai Rp14.000 per Kg.

Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat memantau distribusi beras, Rabu (21/2/2024) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Harga beras tengah mengalami kenaikan tajam. Di pasaran, satu kilogram beras kini mencapai harga Rp16.000.

Kenaikan harga beras tidak hanya di Kabupaten Kebumen, tapi juga di daerah lain seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kabupaten Kebumen, harga beras di Kebumen mengalami kenaikan mulai akhir Januari 2024.

Sebelumnya Rp11.000/Kg untuk jenis beras medium berangsur naik kisaran Rp13.000 sampai Rp14.000 per Kg.

Sedangkan untuk beras premium pada kisaran Rp14.500 sampai Rp16.000 per Kg.

Baca juga: Ayah 70 Tahun yang Dipidanakan Anak Kandung di Tegal Dituntut 5 Bulan Penjara, Apa Alasan Jaksa?

Sebelumnya lagi pada 2023 juga pernah terjadi kenaikan harga beras medium bulan Oktober kisaran Rp12.500 sampai Rp13.000 per Kg dan berangsur turun dan stabil menjadi Rp12.000 sampai pertengahan Januari 2024.

Kepala Disperindag KUKM Kebumen Udy Cahyono mengatakan, terjadinya kenaikan harga beras disebabkan sejumlah hal.

Pertama, terjadinya bencana alam banjir di sentra produksi beras seperti di Demak, Pati dan sekitarnya, yang merupakan sentra tanaman padi.

Hal ini menurutnya, mengakibatkan gagal panen dan distribusi menjadi terhambat sampai pasar Tumenggungan.

"Berdasarkan keterangan beberapa pedagang pasar Tumenggungan sebagian beras mengambil ke wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan harga naik karena ketersedian stok di sentra penghasil padi berkurang," ujar Udy, Rabu (21/2/2024).

Baca juga: Pesan Haru Pencuri di Sukoharjo, Dalih Buat Pengobatan Anak Istri

Kedua, kenaikan harga beras juga dipicu mundurnya musim tanam padi di Kabupaten Kebumen dari Januari 2024 menjadi Februari s/d Maret menjadi Maret s/d April 2024 sebagai dampak El Nino.

Dua kondisi tersebut yang dominan menyebabkan kenaikan harga beras.

"Kondisi ini mempengaruhi kenaikan harga beras pada umumnya termasuk di Kabupaten Kebumen, meskipun sesuai data Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang), untuk produksi beras di Kabupaten Kebumen selalu surplus setiap tahunnya," terang Udy.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved