Senin, 18 Mei 2026

Pilpres 2024

Soal Film Dokumenter Dirty Vote Ini Kata TPN Ganjar - Mahfud

TPN Ganjar-Mahfud buka suara soal film dokumenter DIrty Vote yang dirilis pada masa tenang pemilu.

Tayang:
Tribunnews.com/Gita Irawan
Deputi Hukum TPN Ganjar - Mahfud, Todung Mulya Lubis saat konferensi pers di Media Center TPN Menteng Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2024). Dalam pertemuan tersebut, TPN berbicara soal film dokumenter Dirty Vote. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud merespons film dokumeter Dirty Vote yang dirilis pada masa tenang pemilu, Minggu (11/2/2024).

Todung Mulya Lubis selaku Deputi Hukum TKN menuturkan bawah film besutan sutradara Dandhy Dwi Laksono tersebut menjadi pendidiikan politik di masyarakat.

Todung mengatakan film tersebut penting untuk masyarakat agar bisa memahami dinamika politik di Indonesia.

Baca juga: Pemeran Semar di Kampanye Akbar Ganjar - Mahfud di Solo Meninggal di Panggung

"Banyak hal-hal yang positif yang kita bisa lihat dalam film ini.

Walaupun anda tentu boleh tidak setuju dengan film ini.

Tapi menurut saya, film ini adalah pendidikan politik yang bagus, pendidikan politik yang penting buat masyarakat, buat kita semua untuk punya kemelekan politik dalam memahami dinamika politik di Indonesia," kata Todung saat konferensi pers di Media Center TPN Menteng Jakarta Pusat pada Minggu (11/2/2024).

Ia berharap film yang bermuatan kritik terkait proses penyelenggaraan Pemilu 2024 tersebut tidak direspons dengan kriminalisasi.

Baca juga: Kurang Ajar, Jurnalis Perempuan Dilecehkan Saat Liput Kampanye Akbar Capres di Semarang

Sikap baperan atau membawa perasaan, kata dia, dapat membahayakan demokrasi.

"Yang saya tidak mau adalah jangan baperan.

Banyak orang baperan kalau dikritik.

Baperan ini berbahaya.

Kalau anda merasa tidak setuju dengan apa yang dibuat dalam film itu, bantah saja dengan membuat film yang lain.

Kritik bisa dibalas dengan satu kritikan yang lain.

Jadi jangan baperan dan jangan cepat-cepat membuat laporan ke kepolisian," kata dia.

Baca juga: Innalillahi Ketua KPPS di Wonosobo Meninggal Saat Persiapkan TPS, Sempat Lemas dan Pingsan

"Karena menurut saya kriminalisasi seperti ini akan membunuh kreatifitas.

Kriminalsasi seperti ini akan membunuh demokrasi itu sendiri.

Kita ini bisa kuat karena kita punya demokrasi.

Dan inilah yang menjadi taruhan kita ke depan sebagai bangsa dan negara," ujarnya. (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Baca juga: Alasan Ganjar - Mahfud Gelar Kampanye Akbar Terakhir di Solo, Ada Megawati Soekarnoputri

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved