Berita Politik
Rawan Dipolitisasi, Bantuan Beras Disetop Sampai Pemilu Usai
akan jauh lebih bermanfaat kalau bansos disalurkan setelah pemilu agar bebas dari interpretasi apapun.
TRIBUNBANYUMAS. COM, Penghentian sementara penyaluran bansos beras menjelang Pemilu ditanggapi Sekretaris Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Saan Mustopa.
Ia menilai bantuan sosial atau bansos sebaiknya disalurkan ke masyarakat pasca Pemilu 2024.
"Apapun niat baik dari pemerintah, ketika bansos diberikan dalam suasana apalagi menjelang beberapa hari pemilu. Tak bisa dihindari yang namanya persepsi orang bahwa bansos ini rawan dipolitisasi, rawan disalahgunakan," kata Saan di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/2/2024).
Politisasi bansos rawan diintepretasikan sarat dengan muatan politik.
Baca juga: Ini yang Tak Boleh Dilakukan di Masa Tenang Pemilu 2024, Pelanggaran Bisa Dipidana Penjara dan Denda
Karenanya akan jauh lebih bermanfaat kalau bansos disalurkan setelah pemilu agar bebas dari interpretasi apapun.
Sebelumnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) atau bantuan pangan beras disetop sementara pada masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu).
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut, langkah ini dilakukan agar proses Pemilu berjalan dengan tenang.
“Jadi, tanggal 8 sampai 9 Februari yang merupakan hari libur nasional dan 10 Februari yang menjadi hari terakhir kampanye, lalu 11 sampai 13 Februari yang merupakan masa tenang Pemilu, bantuan pangan beras akan dihentikan sementara untuk menghormati Pemilu dan pemuktahiran data,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/2/2024).
Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bantuan pangan beras harus dihentikan sementara agar tidak terjadi polemik dan dikaitkan dengan politik.
Ia menilai bantuan pangan beras ini sangat diperlukan masyarakat dan memang sudah terencana sejak lama.
"Nanti setelah Pemilu, 15 Februari akan dimulai lagi penyalurannya bantuan pangan beras ini," ujarnya.
Berkaitan dengan itu, Bapanas telah bersurat kepada Perum Bulog untuk menghentikan sementara bantuan pangan beras dari 8 hingga 14 Februari di seluruh wilayah.
Baca juga: Ibu Nyai di Tegal Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran pada Pilpres 2024
Bulog diminta mengoptimalkan penyaluran sebelum masa tenang dan pasca pemungutan suara.
Arief menegaskan bantuan pangan beras ini sebenarnya bukan hanya dilakukan menjelang pemilu.
Arief menyebut program ini sejatinya sudah ada sejak dulu.
Menurut dia, bantuan pangan saat ini terlihat masif karena penugasan Bapanas kepada Bulog dikoordinasikan dengan sangat baik.
Untuk diketahui, realisasi bantuan pangan beras sampai 6 Februari telah menyentuh angka 179.149.760 kilogram (kg). Program ini bakal berlanjut sampai Juni 2024 mendatang.
Penulis : Rahmat/Tribunnews
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.