Minggu, 19 April 2026

Berita Jateng

Rajin ke Daerah, Jokowi Kembali Bagi Bantuan Beras ke Warga Klaten

Presiden Joko Widodo kembali menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog Meger Ceper Klaten, Rabu (31/1/2024).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: khoirul muzaki
Muhammad Sholekan/Tribun Jateng
Presiden Jokowi saat menyapa para warga penerima bantuan pangan cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog Meger Ceper Klaten, Rabu (31/1/2024) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Presiden Joko Widodo kembali menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog Meger Ceper Klaten, Rabu (31/1/2024).


Pantauan Tribun Jateng, Presiden Jokowi datang sekira pukul 16.00 WIB. Presiden ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Bapanas Arief PrasetyoAdi, Diru Bulog Bayu Krisnamurthi.


Selain itu, hadir juga Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Bupati Klaten Sri Mulyani, beserta pejabat di lingkungan Pemkab Klaten.


Pada saat menyapa warga yang hadir sebagai penerima bantuan, Jokowi menyebut bantuan beras 10 kilogram itu diberikan selama 3 bulan, yakni Januari-Maret.


"Ini nanti yang Januari, Februari, Maret akan diberikan kepada bapak ibu semuanya. Yang tidak setuju tunjuk jari?," ucap Jokowi.

Baca juga: Demi Penelitian dan Promosikan Kampus, Rektor UMP Rela Blusukan ke Pasar Tradisional di Cilacap


Dia menyampaikan, kemudian setelah itu pada bulan April, Mei, Juni pemerintah kembali akan menyalurkan bantuan yang sama dari PT Bulog.


"Yang tidak setuju angkat tangan," tanya Jokowi yang diikuti riuh dari para warga yang hadir.


Menurutnya, setelah bantuan beras yang diberikan pemerintah pada bulan Juni pemerintah akan melihat APBN. Kalau memang memungkinkan akan dilanjutkan program tersebut.


Jokowi memastikan, meski belum pasti setelah bulan Juni lanjut atau tidak, namun setidaknya bantuan masih diberikan sampai Juni.

Baca juga: Pria asal Kejawar Banyumas Jadi Pengedar Tembakau Sintetis, Ditangkap di Indekos Purwokerto Wetan


"Niki kalau sedasa kilo (10 kilogram) dipakai sebulan cukup mboten?," seketika warga menjawab tidak cukup.


Meski beras bantuan, Jokowi menegaskan, beras yang diberikan kepada penerima merupakan beras premium.


"Beras yang diberikan kepada bapak ibu itu beras premium. Coba dicek nanti, teng dalem cobi dicek setunggal-setunggal," tuturnya.


Sebagai informasi, program tersebut diberikan dieberikan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved