Berita Wonosobo
Pesan Serius Presiden Jokowi di Hadapan Puluhan Ribu Santri di Wonosobo
Presiden Joko Widodo hadir dalam Apel 24.000 Santri dan Pelajar Emas 2045 di Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo, Senin (22/1/2024).
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Presiden Joko Widodo hadir dalam Apel 24.000 Santri dan Pelajar Emas 2045 di Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo, Senin (22/1/2024).
Apel kali ini digelar dalam rangka menyambut Harlah 101 NU dan Harlah 70 IPNU.
Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan tantangan anak muda ke depan dalam menghadapi situasi global tidak lah mudah.
Menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, santri yang turut menjadi bagian ini harus dapat memanfaat kesempatan yang ada.
"Oleh sebab itu kesempatan yang baik ini harus kita gunakan. Indonesia sebagai sebuah negara besar kalau bisa menggunakan kesempatan di tahun 2030, kita akan berhasil masuk menjadi negara maju, kuat ekonominya, dan 2045 masuk ke Indonesia emas," ujarnya.
Jumlah pesantren di Indonesia yang mencapai 36.000 pesantren, presiden mengatakan hal ini menjadi kekuatan yang luar biasa. Sehingga santri dan pelajar mempunyai kesempatan yang besar untuk turut serta berkontribusi terhadap negara.
Baca juga: Kunjungi Ponpes Batang, Gibran Dorong Santri Punya Pengetahuan Artificial Intellgence dan Green Jobs
Dengan ini presiden mengimbau santri untuk dapat meningkatkan penguasaan terhadap IPTEK untuk dapat berkompetisi dengan negara lain.
"Saya pesan untuk beradaptasi dengan cepat menguasai pengetahuan teknologi, melahirkan berbagai inovasi kreativitas untuk meningkatkan daya saing bangsa," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini pula, Presiden mengajak santri untuk dapat menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin pada pemilu 2024 mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Muh Agil Nur Zaman mengatakan, menyambut baik pesan-pesan yang disampaikan Presiden kepada para santri.
Baca juga: Perbaiki Jalan Rusak di Jateng, Jokowi Turun Tangan, Gelontorkan Rp1,36 Triliun
Menurutnya, tantangan masa depan yang akan dihadapi pemuda sangat berat sebagai penerus kepemimpin bangsa. Dengan demikian, penguatan hard skill dan soft skill bagi santri dan pelajar perlu dilakukan.
"IPNU hari ini telah mempersiapkan generasi tangguh, menyiapkan generasi kreatif, dan inovatif untuk mengembangkan keterampilan. Banyak pelatihan yang kita lakukan. Soft skill dan hard skill penting untuk kemajuan bangsa ini. Untuk menuju Indonesia emas, IPNU juga telah memiliki roadmap," tandasnya. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jokowi-apel-santri-Wonosobo.jpg)