Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional

Tak Perlu Panik Soal Kasus Covid yang Meningkat, Menko PMK Imbau Warga Terus Jaga Protokol Kesehatan

Pemerintah mengingatkan masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan saat libur Natal dan Tahun Baru, seiring munculnya kembali kasus Covid-19.

Tayang:
Editor: rika irawati
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi. Warga memakai masker saat jalan-jalan sore di sepanjang trotoar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/7/2020). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat tak panik menyikapi kenaikan kasus Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan saat libur Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengingatkan masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan saat libur Natal dan Tahun Baru, seiring munculnya kembali kasus Covid-19.

Meski begitu, masyarakat tak perlu khawatir dan bisa melanjutkan aktivitas bepergian saat libur akhir tahun.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (19/12/2023).

Muhadjir meminta masyarakat tidak panik menghadapi kenaikan angka Covid-19 yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

"Pokoknya, bikin nyaman saja, tidak usah panik. Tidak ada rasa khawatir selama melakukan perjalanan Natal dan Tahun Baru," ujar Muhadjir.

Baca juga: 14 Kabupaten/Kota di Jateng Mencatatkan Kasus Positif Covid-19, Warga Sakit Diimbau Pakai Masker

Menurut Muhadjir, kenaikan angka Covid-19 juga terjadi di sejumlah negara.

Meski begitu, dia mengatakan, tidak ancaman yang mengkhawatirkan dalam peningkatan kasus Covid-19 ini.

"Sejauh ini, kita tidak melihat ada ancaman serius dari Covid-19 ini."

"Statusnya endemi dan memang salah satu ciri endemi, tidak akan hilang 100 persen," jelas Muhadjir.

Muhadjir meminta masyarakat memperhatikan kembali kondisi kesehatan sehingga dapat terhindar dari penularan Covid-19.

"Terutama, yang memiliki penyakit komorbid, hati-hati. Yang belum vaksin, supaya vaksinasi. Yang belum booster, supaya melakukan booster dan protokol kesehatan."

"Yang merasa tidak enak badan, pakai masker sehingga tidak menular kepada yang lain," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Terus Meningkat: Pemkot Andalkan RS, Belum Berniat Buka Pusat Isolasi

Meluas di Jawa Tengah

Sementara, Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, kasus Covid-19 terdeteksi muncul di 14 kabupaten/kota.

Hingga Minggu (17/12/2023), jumlah kasus Covid-19 di Jateng mencapai 34 kasus, dimana empat kasus telah dinyatakan sembuh.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved