Selasa, 21 April 2026

Pilpres 2024

Viral, Pernyataan 'Ndasmu Etik' dari Prabowo. Ini Kritikan sejumlah Pakar

Potongan video pernyataan 'ndasmu etik' dari calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto viral di media sosial, Sabtu (16/12/2023).

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS.COM/ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo di acara 'Konsolidasi Nasional Partai Gerindra' di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (15/12/2023). Potongan video di acara ini yang membuat 'ndasmu etik' viral setelah diunggah media sosial. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Potongan video pernyataan 'ndasmu etik' dari calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto viral di media sosial, Sabtu (16/12/2023).

Pernyataan ini juga menuai kritik dari sejumlah akademisi.

Prabowo Subianto melontarkan 'ndasmu etik' saat menghadiri Konsolidasi Partai Gerindra di JI EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2023).

Pernyataan itu diduga dialamatkan kepada capres nomor urut 1, Anies Baswedan.

Pasalnya, dalam debat perdana capres 2024, Anies Baswedan bertanya kepada Prabowo terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya.

"Bagaimana perasaan Mas Prabowo? Soal etik, etik, etik, ndasmu (kepalamu) etik," kata Prabowo dalam potongan video tersebut yang disambut tepuk tangan keras dari seluruh kader Gerindra yang hadir.

"Saya ingin baik-baik, aku ingin rukun. Aku ingin, mari kita maju untuk rakyat. Anies itu nyerang-nyerang. Dulu mau menjadi menterinya Pak Jokowi, sekarang menyindir Pak Jokowi," lanjutnya.

Baca juga: Diserang Isu HAM di Debat Perdana Capres, Prabowo Tunjukkan Dukungan Tahanan Politik Sekarang

Hal ini mendapat kritik Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi.

Ari menilai, ucapan 'ndasmu etik' dari Prabowo semakin menunjukkan sifat asli Prabowo yang antiterhadap kritikan.

"Pernyataan-pernyataan Prabowo baik dalam forum debat maupun dalam forum resmi dan internal partai semakin menunjukkan adanya ketidaksinkronan pola komunikasi yang terbangun di otaknya dengan persepsi ucapannya," ujarnya kepada wartawan, Sabtu.

Ari menyebut, dalam psikologi komunikasi, kondisi seperti Prabowo sangat tidak layak untuk memimpin karena ketidakmampuan dalam hal olah verbal.

"Pelarian dari jawaban yang harus diberikan dalam debat dengan berjoget dan mencibir serta emosinal yang tidak tertahankan, sudah lebih dari cukup dari indikasi dari ketidakberesan pengolahan verbal dan nonverbal," tambahnya.

Sementara, Analis politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, pernyataan Prabowo itu sangat memprihatinkan.

"Sindiran Prabowo terkait pertanyaan Anies Baswedan di acara debat Pilpres 2024 hingga memunculkan ucapan 'ndasmu' ini saya kira sangat memprihatinkan," ungkap Dedi kepada wartawan, Sabtu.

Ia mengatakan, Prabowo bukan sekali melontarkan dan mengekspresikan sikap yang kurang pantas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved