Minggu, 19 April 2026

Liga 1 2023

PSM Makassar Hadapi Krisis Finansial, Pemain Sempat Mogok Latihan karena Gaji Telat hingga 3 Bulan

Kabar tak sedap datang dari PSM Makassar. Sejumlah pemain sempat mogok berlatih karena gaji mereka belum dibayar hingga tiga bulan.

Editor: rika irawati
TRIBUN MAKASSAR/HUMAS PEMKOT PAREPARE
PSM Makassar merayakan kemenangan setelah menjadi juara Liga 1 2022/2023 bersama Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Senin (17/4/2023). Saat mengarungi Liga 1 2023/2024, PSM Makassar menghadapi krisis finansial yang berimbas pada keterlambatan pembayaran gaji pemain dan staf. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAKASSAR - Kabar tak sedap datang dari PSM Makassar.

Sejumlah pemain sempat mogok berlatih karena gaji mereka belum dibayar hingga tiga bulan.

Masalah finansial serius yang menerpa juara Liga 1 2022/2023 ini pun membuat Pelatih Bernardo Tavares khawatir.

Dia berharap segera ada solusi atas persoalan tersebut.

Persoalan finansial ini diungkap Tavares saat konferensi pers jelang laga kontra Bhayangkara FC, Kamis (7/12/2023) sore.

Baca juga: Wiljan Pluim Dipecat PSM Makassar, Segera Merapat ke PSIS Semarang?

Dalam kesempatan itu, Tavares mengatakan, tim tidak melakukan latihan selepas pertandingan pekan ke-21 melawan Persib Bandung, Senin (4/12/2023) lalu.

Padahal, mereka harus menggelar latihan guna mempersiapkan diri melakoni laga pertandingan pekan ke-22 melawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Jumat (8/12/2023) malam.

Akhirnya, persiapan tim terganggu sehingga bersifat seadanya.

"Kami mempunyai masalah finansial, kami tidak latihan," kata pelatih asal Portugal tersebut.

"Pemain kami mengalami beberapa bulan gaji terlambat, yang lain juga ada yang tiga bulan bahkan ada yang dari staf, lima bulan," katanya.

Menurut Bernardo Tavares, memang tidak semua mengalami penunggakan gaji.

Beberapa pemain sudah diberikan haknya secara penuh oleh manajemen. Namun, beberapa masih ada yang belum.

Ia berharap, segera ada solusi masalah ini. Sebab, situasi semacam ini tidak bagus untuk kondusivitas tim.

"Kami harus perbaiki hal-hal seperti ini. PSM tim besar dengan suporter yang sangat fanatik," tutur pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

"Beberapa orang telah diberikan haknya dan beberapa yang lain belum diberikan haknya. Ini tidak membuat situasi dalam tim lebih bagus," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved