Berita Cilacap

Kapal Nelayan Hangus Terbakar di Dermaga 3 PPSC Cilacap

Sebuah kapal compreng duduk Berkah Ilahi milik Sarno (41) nelayan asal Kutawaru terbakar pada Kamis (7/12) siang.

Ist
Damkar Cilacap saat berusaha memadamkan api dalam insiden kebakaran yang menimpa sebuah kapal nelayan di Dermaga 3 komplek PPSC , Kamis (7/12). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sebuah kapal compreng duduk Berkah Ilahi milik Sarno (41) nelayan asal Kutawaru terbakar pada Kamis (7/12) siang.


Kebakaran yang terjadi di sekitar Dermaga 3 komplek Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap itu terjadi sekira pukul 13.13 WIB.


Kepala UPT Damkar Cilacap Supriyadi mengatakan, insiden kebakaran itu bermula saat kapal sedang bersandar di Dermaga 3.


Saat itu didalam kapal ada salah satu ABK yang memasak di dekat genset kapal.


Tiba-tiba api muncul dari dapur kapal dan membakar kapal tersebut.


"Saat saksi sedang membersihkan ikan di dekat dapur kapal, saksi 1 menoleh ke belakang dan melihat api yang sudah membakar sebagian dapur," kata Supriyadi kepada Tribunbanyumas.com

Baca juga: Tiga Bocah Tewas di Aliran Sungai Lukulo Kebumen, Sempat Terlihat Bermain


Mengetahui terjadi kebakaran, saksi kemudian mengambil APAR (alat pemadam api ringan) dan mencoba memadamkan api, namun rupanya kobaran api terus membesar.


Karena merasa panik dan takut, saksi kemudian melompat ke dermaga dan meminta bantuan warga sekitar.


Diketahui saat itu pemilik dan nelayan lain sempat masuk ke kapal dan berusaha membawa kapal ke tengah dermaga.


"Lalu saat kapal sudah ditengah dermaga, keduanya sempat menurunkan jangkar, namun api sudah semakin membesar dan jangkar putus. 
Keduanya kemudian juga melompat ke air," jelas Supriyadi.


Lebih lanjut dikatakan Supriyadi bahwa seusai menerima laporan adanya kebakaran kapal, pihaknya pun menerjunkan sebanyak 14 personil untuk melakukan pemadaman.


Hingga akhirnya kapal berhasil dipadamkan pada pukul 14.30 WIB.


Petugas menghabiskan sebanyak 12.000 liter air untuk upaya pemadaman dan pendinginan.


"Kami melakukan pemadaman dengan menggunakan foam dan api dinyatakan padam pukul 14.30 WIB, kemudian dilakukan overhaul sampai pukul 15.15 WIB," ungkap Supriyadi.

Baca juga: Komoditas Pangan di Jateng Mulai Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran kapal tersebut.


Hanya saja pemilik kapal mengalami kerugian sebesar Rp150 juta karena kapal miliknya hangus terbakar. 


Adapun penyebab kebakaran itu diduga berasal dari kompor gas yang digunakan untuk memasak salah satu ABK di dalam kapal. (pnk)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved