Berita Banyumas
Moro Purwokerto Dinyatakan Pailit Sejak 16 November 2023, Cuci Gudang Besar-Besaran
Kepailitan salah satu swalayan tertua Moro Purwokerto adalah sebuah keniscayaan karena banyak yang juga mengalami serupa.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Swalayan legendaris Moro Purwokerto dinyatakan pailit per 16 November 2023.
Kepailitan salah satu swalayan tertua Moro Purwokerto adalah sebuah keniscayaan karena banyak yang juga mengalami serupa.
Sebut saja seperti Ramayana, Matahari, dan swalayan lain banyak juga yang gulung tikar.
Kepailitan dilatarbelangi tidak adanya kesepakatan antar 8 orang pemegang saham Moro Purwokerto.
Runtuhnya Moro Purwokerto sebagai swalayan legendaris itu sudah mulai terjadi sejak terkena pandemi Covid-19.
"Paska Covid, kena imbasnya dan ada tunggakan yang tidak bisa dibayar.
Baca juga: Indonesia Kirim Obat dan Perlengkapan Rumah Sakit ke Gaza Palestina, Diangkut Dua Pesawat
Moro bukan hanya milik satu keluarga tapi ada 8 pegemang saham.
Dan tidak ada kesepakatan antara 8 orang itu," ujar Tim Kurator, Aan Rohaeni kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/11/2023).
Pemilik Moro yaitu Made dan keluarga hanya 48 persen saham dari total 8 pemagang saham.
"Memang mereka mau mencoba bertahan tapi ada hutang bank, pada 17 Oktober menyatakan stop dari para pemegang saham demi karyawan," katanya.
Adapun total karyawan Moro ada sebanyak 431 orang.
Sementara Tanggungan sebesar Rp12 miliar buat karyawan.
Saat ini masih ada 160 orang pekerja yang dipekerjakan sampai November 2023.
"Nanti setelah itu pakai 13 orang sampai aset terjual.
Baca juga: AKP Darianto Jabat Kabagops Polres Wonosobo
Per 16 November pailit dan diputus dengan segala hukumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Suasana-moro.jpg)