Rabu, 29 April 2026

Perang Palestina Israel

Israel Terus Serang Rumah Sakit di Gaza, Dikabarkan Sniper Ikut Diterjunkan Sasar Pasien

Serangan Israel ke sejumlah rumah sakit di Gaza terus terjadi, bahkan dikabarkan melibatkan sniper atau penembak perunduk.

Editor: rika irawati
AFP/DAWOOD NEMER
Suasana di kawasan Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Palestina, 3 November 2023. Rumah sakit dikelilingi kegelapan karena bahan bakar untuk pembangkit listrik habis di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM – Serangan Israel ke sejumlah rumah sakit di Gaza terus terjadi, bahkan dikabarkan melibatkan sniper atau penembak perunduk.

Tak hanya pasien, para penembak juga menyasar ambulans yang membawa pasien.

Kondisi ini tentu saja membuat upaya penyelamatan korban perang di Gaza terhambat.

Tindakan Israel ini pun terus dikecam.

Dilaporkan LSM amal bernama Doctors Without Border (MSF), sniper itu menembaki pasien di area Rumah Sakit (RS) Al-Shifa.

"Ada satu sniper yang menyerang para pasien, mereka terluka karena tembakan, kami mengoperasi tiga di antaranya," kata MSF di akun X atau Twitter mereka, Senin (13/11/2023), dikutip dari Anadolu Agency.

Baca juga: Bertemu Presiden AS Joe Biden, Presiden Jokowi Selipkan Dorongan Hentikan Kekejaman di Gaza

MSF juga menyebut, satu mobil ambulans yang berada di dekat RS Shifa diserang. Ambulans itu berisi sejumlah pasien.

"Ketika kami mengirim ambulans untuk membawa pasien, beberapa meter kemudian, mereka menyerang ambulans itu," ujar MSF.

"Ada korban luka di sekitar RS. Mereka mencari perawatan, kami tidak bisa membawa mereka ke dalam," katanya menambahkan.

Dilaporkan, ada 600 pasien rawat inap, 37 bayi, dan seorang pasien yang perlu perawatan intensif di RS Al-Shifa.

Para tenaga kesehatan menolak meninggalkan para pasien hingga mereka sudah dievakuasi.

"Kami perlu jaminan akan adanya jalur yang aman karena kami melihat beberapa orang berupaya meninggalkan Al-Shifa, mereka membunuh pasien, mereka mengebom pasien, sniper membunuh pasien," ujar MSF.

Perang antara Hamas dan Israel sudah berlangsung selama 39 hari.

Pihak berwenang di Palestina menyebut, sudah ada 11.180 warga Palestina tewas.

Dari jumlah itu, sebanyak 7.700 di antaranya adalah anak-anak dan wanita. Adapun jumlah korban luka mencapai 28.200.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved