Jumat, 24 April 2026

Berita Jateng

Alasan Kabupaten Cilacap Disebut Supermarket Bencana

Pasalnya segala potensi kebencanaan kecuali bencana gunung meletus ada di Kabupaten terluas di Jawa Tengah ini.

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
ist
Acara hajatan di rumah Muhadi warga Desa Nusawangkal Kecamatan Nusawungu Cilacap tetap digelar walaupun dalam kondisi banjir. Rabu (16/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap disebut-sebut sebagai supermarketnya bencana alam di Jawa Tengah. 


Pasalnya segala potensi kebencanaan kecuali bencana gunung meletus ada di Kabupaten terluas di Jawa Tengah ini.


Mulai dari bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung bahkan hingga gempa bumi serta tsunami pun berpotensi terjadi di Kabupaten Cilacap.


Tentunya kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh semua pihak, terlebih di musim peralihan atau pancaroba seperti sekarang yang  kerap kali menimbulkan bencana.


Plt Kepala BPBD Cilacap Slamet Arif Praptomo menuturkan ada sejumlah potensi bencana alam saat musim pancaroba di Kabupaten Cilacap seperti petir, angin puting beliung, angin kencang hingga banjir.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cilacap Hari Ini, Senin 13 November 2023


Sementara itu kata Arif, saat ini wilayah Kabupaten Cilacap sudah mulai dilanda hujan meskipun belum merata di seluruh wilayah.


Pihaknya pun telah menyiapkan beberapa langkah kesiapsiagaan bencana menghadapi pancaroba, terutama yang melibatkan masyarakat.


Karena menurut dia, resiko dari bencana tersebut akan rendah apabila kapasitas masyaraknya ditingkatkan.


"Jauh-jauh memang kita sudah siapkan resiko pengurangan bencana itu.
Salah satunya melalui sosialisasi, baik dari tingkat desa sampai tingkat sekolah.
Semua komponen masyarakat kita libatkan dalam sosialisasi tersebut," jelas Arif kepada Tribunbanyumas.com


Selain melibatkan masyrakat, Arif menyebut bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) dari BPBD Cilacap juga terus didorong.


Tak terkecuali para petugas BPBD di masing-masing UPT (Unit Pengelola Teknis) di Kabupaten Cilacap seperti di UPT BPBD Kroya, UPT BPBD Majenang dan UPT BPBD Sidareja.


Lebih lanjut Arif menyebut, pihaknya juga telah membentuk sebanyak 51 Destana (Desa Tanggap Bencana) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.


Tujuannya adalah agar masyarakat yang tinggal di desa rawan bencana seperti banjir, lebih siaga dan mandiri ketika bencana tersebut menghampiri.


Masyarakat yang tinggal di Destana diberi edukasi terkait bagaimana antisipasi yang dilakukan dan bagaimana langkah-langkah dalam menghadapi bencana tersebut.


"Masyarakat Destana ini istilahnya sudah bisa mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan dan antisipasinya seperti apa tanpa harus diworo-woro," ungkapnya.

Baca juga: Warga Wanareja Cilacap Ditemukan Meninggal Terbujur Kaku di dalam Sumur

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved