Perang Palestina Israel

Tentara Israel Hujani Rumah Sakit Indonesia di Gaza dengan Rudal, Begini Nasib Pasien dan Relawan

Sebagian bangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina, hancur setelah dihantam rudal milik tentara Israel, Kamis (9/11/2023) malam.

Editor: rika irawati
AFP/JACK GUEZ
Awak artileri Israel menyiapkan peluru di posisi dekat perbatasan dengan Jalur Gaza di Israel selatan, Senin (6/11/2023) di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas di Jalur Gaza. Kamis (9/11/2023) malam, tentara Israel menyerang Rumah Sakit Indonesia dan merusak sejumlah fasilitas rumah sakit. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GAZA – Sebagian bangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina, hancur setelah dihantam rudal milik tentara Israel, Kamis (9/11/2023) malam.

Setidaknya ada 11 rudal yang ditembakkan ke area rumah sakit terbesar di Gaza Utara itu.

Belum ada laporan adanya korban jiwa akibat serangan tentara Israel tersebut.

Namun, sebuah video yang beredar di media sosial X memperlihatkan para pasien dan pengungsi di dekat gedung rumah sakit itu berlarian menyelamatkan diri setelah cahaya terang muncul di langit dekat halaman RS Indonesia di Gaza.

Direkrut RS Indonesia di Gaza, Atef Kahlout menjelaskan, sebagian bangunan rumah sakit kini hancur terkena pecahan-pecahan peluru rudal Israel.

Serangan peluru kendali itu juga merusak bagian-bagian fasilitas penting di RS Indonesia.

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Haram Dukung Agresi Israel ke Palestina, Ajak Warga Boikot Produk Terafiliasi

Banyak pihak menilai, serangan ini sengaja dilakukan militer Israel, buntut beredarnya isu hoaks yang disebarkan CEO Combat Antisemitism Movement dan mantan Kepala Media Digital IDF (Tentara Israel).

Dalam media sosial X, CEO IDF itu menyebut, RS Indonesia di Gaza dilengkapi terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai markas besar militan Hamas.

Kendati Organisasi sosial kemanusiaan MER-C telah menolak tuduhan Israel yang menyebut RS Indonesia di Gaza sebagai pusat komando dan infrastruktur sipil militan Hamas namun hal tersebut nyatanya tak mampu meyakinkan pihak Israel.

"Dalam beberapa kesempatan, Israel mencoba membuat kebohongan publik dengan membuat Rumah Sakit Indonesia seolah-olah memiliki bunker penyimpanan cadangan bahan bakar untuk Hamas."

"Oleh karena itu, kami menolak semua tuduhan ini," kata Sarbini Murad, ketua panitia eksekutif MER-C di Jakarta.

"Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dibangun oleh masyarakat Indonesia sepenuhnya untuk tujuan kemanusiaan dan melayani kebutuhan medis masyarakat Palestina," tegas Sarbini, dikutip dari Middle East Monitor.

Imbas serangan tersebut, kini, Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menangani puluhan ribu lebih pasien, harus ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan karena rumah sakit kehabisan bahan bakar Solar.

"Hari ini, Kamis, tanggal 9 November 2023, tersisa solar untuk RSI hanya 1100 liter dan ini hanya cukup untuk satu hari," ujar Direktur RS Indonesia di Gaza DR Atef Al Kahlout, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Nasib Tiga Relawan Indonesia

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved