Rabu, 8 April 2026

Liga 3 Jateng

Liga 3 Jateng Bisa Digelar Tanpa Kehadiran Suporter Tim Tamu

Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi menuturkan, Liga 3 Jawa Tengah (Jateng) bisa diselenggarakan dan mendapatkan izin keamanan.

Franciskus Ariel/TribunBanyumas.com
Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi saat memberikan pengarahaan saat sosialisasi kepada calon peserta kompetisi Liga 3 Jawa Tengah di Hotel Candi Indah, Semarang pada Minggu (8/10/2023). Polda Jawa Tengah mau memberikan izin asalkan kompetisi Liga 3 Jateng dilakukan seperti Liga 1 dan Liga 2 yakni tanpa kehadiran suporter tim tamu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi menuturkan, Liga 3 Jawa Tengah (Jateng) bisa diselenggarakan dan mendapatkan izin keamanan.

Namun demikian, kata dia, Polda Jawa Tengah mau memberikan izin asalkan kompetisi Liga 3 Jateng dilakukan seperti Liga 1 dan Liga 2 yakni tanpa kehadiran suporter tim tamu.

Artinya seluruh Liga 3 Jateng tanpa suporter away.

Baca juga: Komposisi Pemain Persika Karanganyar Liga 3: 19 Junior dan 6 Senior

"Terkait izin, kami sudah komunikasi dengan Polda Jawa Tengah dan Alhamdulillah tanggapan dari Polda Jawa Tengah sangat baik.

Namun, Polda meminta seperti Liga 1 dan 2 yakni stadion yang menggunakan penonton harus melakukan risk assessment sebagai persyaratan.

Kemudian juga sama dengan klub Liga 1 dan Liga 2 seluruh pertandingan tidak dapat dihadiri oleh tim tamu," jelas Yoyok saat sosialisasi Liga 3 Jateng di Semarang, Minggu (8/10/2023).

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah menggelar sosialisasi kepada calon peserta kompetisi Liga 3 Jawa Tengah di Hotel Candi Indah, Semarang.

Baca juga: Persibat Batang Dipastikan Ikut Liga 3 Musim ini, Optimis Naik Kasta Liga 2

Acara tersebut dihadiri perwakilan manajemen calon peserta kompetisi Liga 3 Jateng.

"Terkait keamanan, Polda Jateng memberi warning kepada kita semua agar nantinya saat penyelenggaraan kompetisi tidak ada lagi saling provokasi.

Asprov juga menegaskan untuk disepakati bersama dan hal ini tertuang di dalam regulasi kompetisi.

Jika ada klub peserta melakukan kerusuhan baik dari suporter ataupun antar-pemain dan official maka kita sepakat tim tersebut akan didiskualifikasi," kata Yoyok.

"Kita semua berharap ini menjadi efek jera, serta menjadi perbaikan kualitas kompetisi di Jawa Tengah," imbuhnya.

Dalam sosialisasi tersebut, selain terkait keamanan, Asprov PSSI Jawa Tengah juga menyampaikan pelaksanaan kompetisi Liga 3 tahun ini.

Terkait pembagian tim di fase grup, Yoyok mengatakan bahwa klub peserta setuju maka grup akan dibagi dengan mempertimbangkan jarak antar homebase sehingga mengurangi beban finansial klub.

Baca juga: Jelang Liga 3, Pemkab Demak Izinkan PSD Gunakan Sport Center sebagai Homebase. Janji Bantu Anggaran

"Kami juga berusaha menekan agar biaya kompetisinya tidak terlalu membebani tim.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved