Jumat, 10 April 2026

Berita Jateng

Alasan Muhammadiyah Pilih Solo Jadi Tempat Apel Akbar Kokam

Dipilihnya Kota Solo untuk Apel Akbar ini dikatakan Panglima Tinggi Kokam, Dzulfikar Ahmad Tawalla bukan tanpa alasan.

Mahfira Putri/Tribun Jateng
Ribuan peserta Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) padati Stadion Manahan Solo, Rabu (20/9/2023) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO- Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di Stadion Manahan Solo, Rabu (20/9/2023) sore dihadiri Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy, Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni dan beberapa tokoh nasional lainnya turut hadir dalam acara ini.


Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini dihadiri 25 ribuan peserta.


Dipilihnya Kota Solo untuk Apel Akbar ini dikatakan Panglima Tinggi Kokam, Dzulfikar Ahmad Tawalla bukan tanpa alasan.


Selain menjadi kota kelahiran Presiden Joko Widodo serta memiliki Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka yang muda dan mendunia, Solo dinilai kota yang maju namun tetap memegang erat nilai-nilai tradisional dan keagamaan.

Baca juga: Jokowi Bicara Pemimpin Masa Depan saat Hadiri Apel Akbar Kokam di Solo


"Kenapa kami memilih Solo? Karena kami menemukan adanya empat spirit, adanya spirit empat pilar pemuda negarawan. Kota yang maju namun tetap memegang erat nilai-nilai tradisional dan keagamaan," kata Dzulfikar.


Ia mengatakan Solo adalah representasi dari perpaduan tradisi dan modernitas. Bahkan Solo Raya dikatakannya sering menjadi percontohan soliditas dan persatuan bagi warga Muhammadiyah se-Indonesia 


"Kedua, Solo adalah kota yang menjadi saksi sejarah lahirnya sebuah dokumen yang kami sebut risalah Islam berkemajuan yang merupakan narasi ideologi perserikatan Muhammadiyah sejak era Kyai Haji Ahmad Dahlan hingga Kyai Haji Haedar Nashir,x ungkapnya.


Pada kesempatan itu, ia menyampaikan kepada Kokam dalam hal kesiapsiagaan mengawal pemilu 2024 agar senantiasa menjaga kekompakan persaudaraan di segenap penjuru tanah air.

 


Dzulfikar dengan tegas menggarisbawahi pentingnya acara ini dalam menjaga persatuan di tengah tantangan yang semakin kompleks. 


"Apel Akbar ini adalah momen bersejarah bagi Kokam dalam mengukuhkan komitmen kami dalam menjaga persatuan bangsa, terutama menjelang Pemilu 2024," katanya.


Ia menegaskan bahwa Kokam siap memberikan kontribusi penuh untuk merawat keragaman bangsa. Ia mengatakan Apel Akbar ini menjadi bukti nyata kesiapan Kokam dalam berperan aktif menjaga kedaulatan negara dan menciptakan masyarakat yang harmonis. 

Baca juga: Peluang Kerja Sektor Perikanan di Korsel, Gaji Hingga Rp 40 Juta Sebulan


"Kami sebagai bagian dari Pemuda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk melawan politik identitas, konflik berbasis sara, dan berita palsu yang dapat mengancam integritas Pemilu 2024 mendatang."


"Sebagai bagian dari pemuda Muhammadiyah, kami bersumpah untuk melawan segala bentuk politik identitas, konflik berbasis SARA, dan berita palsu yang dapat mengancam demokrasi kita," tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyampaikan ada tiga prinsip agar semua bersatu dalam bangsa.


Pertama semua orang harus memiliki sikap rendah hati, adanya musyawarah untuk mencapai persatuan, ketiga mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. (uti)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved