Berita Banyumas

Angkutan Wisata Baturraden Tambah Sepi Sejak Ada Trans Banyumas, Karso : Setiap Desa Ada Halte

Puluhan sopir angkutan wisata Baturraden berunjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Rabu (29/8/2023).

|
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Pekerja merampungkan pekerjaan di halaman depan Taman Botani Baturraden, Jumat (16/9/2022). Taman Botani ini akan dilengkapi empat green house, mulai dari tanaman anggrek hingga tanaman langka. Puluhan sopir angkutan wisata Baturraden berunjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Rabu (29/8/2023). Ada sebanyak 43 sopir angkutan wisata dengan mengenakan ikat putih menuntut perbaikan pengaturan sistem transportasi di area wisata. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Puluhan sopir angkutan wisata Baturraden berunjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Rabu (29/8/2023).

Ada sebanyak 43 sopir angkutan wisata dengan mengenakan ikat putih menuntut perbaikan pengaturan sistem transportasi di area wisata.


Peserta aksi unjuk rasa adalah mereka yang berasal dari paguyuban pengemudi wisata Baturraden jalur A.B.C.


Para pendemo menuntut utamanya agar bus pariwisata harus masuk dan berhenti di terminal bawah, Baturraden.  


Hal itu dilakukan supaya bus pariwisata tidak langsung ke terminal wisata atas.


"Sehingga angkutan wisata berupa colt bisa beroperasi mengantar wisatawan ke lokasi wisata Baturraden dan sekitarnya," ujar Ketua Paguyuban Angkutan Wisata Baturraden, Karso kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Tinggal Sepekan, Nama Pj Gubernur Jateng Belum Ditentukan Presiden Jokowi: Paling Lambat Pekan Ini


Mereka juga mengeluhkan maraknya angkutan odong-odong yang mengangkut wisatawan menunju lokasi wisata.


Padahal berdasarkan aturan lalu lintas angkutan odong-odong tidak boleh mengangkut penumpang di jalan raya. 


Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan pengemudi angkutan wisata seperti mereka.


Karso juga mengatakan kondisi diperparah sejak beroperasinya Trans Banyumas. 


Sejak adanya Trans Banyumas penghasilannya sebagai sopir menurun sangat drastis.

Baca juga: Akibat Perubahan Nama Jalan, Ribuan Warga Kebumen Harus Ubah Dokumen Kependudukan


"Sebelumnya saya dapat Rp100 ribu, sekarang nol sama sekali tidak ada penumpang.


Kondisi ini terjadi sejak ada Trans Banyumas, tiap desa ada haltenya, menurut saya hasil survey bus boleh naik tidak tepat," jelasnya. 


Kasatlantas Polresta Banyumas, Kompol Dr Doddy Triantoro mengatakan akan menindak tegas apabila ada odong-odong yang beroperasi di jalan raya. 


"Akan kita tertibkan, karena odong-odong kalau di jalan raya tidak boleh.


Odong-odong boleh beroperasi di area wisata dan rekreasi bukan jalan umum," jelasnya. (jti) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved