Berita Banyumas
Mal Legendaris Moro Purwokerto Terancam Tutup, Dimas : Ada Sejak Saya Kecil
Warga Banyumas dan sekitarnya pasti sudah tidak asing dengan keberadaan swalayan legendaris Moro Purwokerto.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Warga Banyumas dan sekitarnya pasti sudah tidak asing dengan keberadaan swalayan legendaris Moro Purwokerto.
Masa kejayaanya kini seolah telah sirna bersaing dengan toko modern lain dan gelombang trend belanja online.
Rak-rak dan etalase terlihat kosong.
Kasir-kasir belanja yang biasa melayani transaksi bahan kebutuhan pokok juga terlihat sepi.
Hanya terlihat satu dua orang pengunjung yang datang memilih pakaian terpajang berharap ada diskon.
Salah seorang pengunjung asal Kedungbanteng, Banyumas Dimas mengaku sedih dan terharu melihat kondisi Moro sepi seperti ini.
Baca juga: Pendaftar Capai 1500 Orang, Fakultas Kedokteran Unnes Hanya Terima 50 Mahasiswa Angkatan Pertama
"Moro ini sejak saya kecil ada, dulu kalau mampir ke Purwokerto wajib mampir Moro dulu.
Sempat lihat di tiktok kondisinya sepi, saya kesini sekalian main cari baju," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (19/8/2023).
Melihat kondisi Moro yang sepi dan ditinggalkan pengunjung, ratusan karyawannya menuntut kejelasan status mereka.
Ketua SPSI Bamas Satrai Perkasa (Moro), Bambang mengatakan bahwa pada hari ini sebanyak 250 karyawan Moro mengikuti sosialiasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
"Hari ini kita kumpulkan menjelaskan dan sosialiasi PKPU, agar tidak ada jere jere atau katanya.
Termasuk penjelasan bagaimana hak-hak mereka, terutama pesangon dan lain sebagainya," katanya.
Sementara itu Tim SPSI Bamas Satria Perkasa Wasis sutoyo, menegaskan apabila PHK sudah pasti.
"PHK sudah jelas tapi soal kapannya belum tahu.
Cuma teknis kapan belum tahu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.