Berita Jateng
Sosok AKBP Sulis, Polwan yang Gerebek dan Bikin Peretas HP Kapolda tak Berkutik
AKBP Sulis satu-satunya polwan yang menggrebek dua tersangka di rumah dua tersangka Kayu Ara, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI)
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil membekuk dua tersangka peretas handphone milik Kapolda Jateng.
Keberhasilan polisi mengungkap kasus tersebut tak lepas dari peran Kasubdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Sulistyaningsih.
AKBP Sulis satu-satunya polwan yang menggrebek dua tersangka di rumah dua tersangka Kayu Ara, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan pada Minggu (27/7/2023) pagi.
Butuh sekira 27 personel polisi untuk menangkap para tersangka.
Puluhan polisi tersebut merupakan personel gabungan dari Polda Sumsel dan Polda Jateng.
"Iya itu daerah rawan sehingga diback-up Polda Sumsel untuk penebalan pasukan," ujar perempuan berjilbab itu saat konferensi pers di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (8/8/2023).
Polisi di sana menemukan dua tersangka di rumah mewahnya. Rumah tersebut merupakan hasil kejahatan.
Tak hanya rumah, tersangka juga memiliki mobil mewah. Polisi belum tak memberikan detail aset yang dimiliki para tersangka.
Baca juga: Sopir Ini Tak Menyadari Mobilnya Terbakar saat Melintas di Jalan Raya Karangpucung Cilacap
Hanya saja, setiap bulannya para tersangka mampu memperoleh omzet hasil penipuan sebesar Rp200 juta. Bahkan, pernah dalam sebulan mereka mengeruk Rp1,5 miliar dari para korbannya.
"Nanti aset ada penyitaan," imbuh Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio.
Sebelumnya, RJ (22) dan IW (42) ayah dan anak diringkus polisi lantaran menjadi otak pelaku kejahatan peretasan handphone.
Warga asal Kayu Ara, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan ini telah meretas ratusan handphone milik korban.
Bahkan, di antaranya handphone milik Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.
Hasil mereka meretas pernah mencapai hingga Rp1,5 miliar perbulan.
Namun, angka rata-rata hasil meretas di angka Rp200 juta perbulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/AKBP-Sulis.jpg)