Kamis, 23 April 2026

Berita Nasional

Alasan Rocky Gerung Minta Maaf, Bukan karena Ucapannya Tak Pantas, tapi Timbulkan Perselisihan

Alasan Rocky Gerung meminta maaf karena ucapannya menimbulkan kegaduhan dan perselisihan di masyarakat. Bukan karena ucapannya tak pantas untuk Jokowi

|
Istimewa
Rocky Gerung - Alasan Rocky Gerung meminta maaf karena ucapannya menimbulkan kegaduhan dan perselisihan di masyarakat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Rocky Gerung mengungkap alasannya meminta maaf atas ucapannya yang menyebut Presiden Joko 'Jokowi' Widodo dengan kata-kata tak pantas.

Rocky meminta maaf bukan karena merasa kata-kata yang diucapkannya tak pantas.

Melainkan, karena ucapnnya itu telah membuat kegaduhan dan perselisihan di masyarakat.

Pernyataan yang disampaikan Rocky Gerung itu diucapkan pada sebuah acara forum buruh.

"Poin saya adalah saya minta maaf karena peristiwa itu membuat perselisihan ini makin menjadi-jadi," ungkap Rocky saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023).

"Sekarang kasus ini akan berlanjut menjadi kasus hukum, oke saya terima," ujar Rocky.

Rocky menganggap kasus ini berbahaya khususnya menjelang tahun politik.

Hal itu dikarenakan banyak pihak yang berkepentingan untuk mengeksploitasi kasus ini.

"Dan tentu (kasus) ini berbahaya dalam tahun politik, karena kasus ini berbagai kepentingan mengincar untuk eksploitasi," kata dia. 

Namun walaupun terjerat kasus ini, Rocky berdalih tidak akan berhenti menjadi pengkritik.

"Tapi saya tidak akan berhenti menjadi pengkritik," tambah dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan terkait Rocky Gerung yang diduga menghina Presiden Joko Widodo.

Hina Jokowi

Sebelumnya diberitakan, pengamat politik Rocky Gerung mengatakan kritikan yang dia lontarkan kepada Presiden Jokowi bukan bersifat pribadi, melainkan ditujukan untuk negara. 

Dia sekaligus membalas pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menyebut akan pasang badan terhadap Presiden Joko Widodo.

"Bahasa yang saya pilih tajam, tapi tak diarahkan pada pribadi Presiden Jokowi. Melainkan, pada lembaga publik, itu kabinet bahkan yang ada di dalamnya ada Pak Moeldoko," ujar Rocky saat konferensi pers di Jalan Kusumaatmadja 76, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023).

Menurut Rocky, tanggapan Moeldoko sebagai pejabat publik tidak semestinya.

Dia menyebut bahasa yang digunakan Moeldoko seperti preman.

"Pak Moeldoko itu pejabat publik yang mestinya dengan (kepala) dingin mengatakan bahwa, 'Oke ada problem. Mari kita selesaikan secara argumen atau secara hukum'," ujar dia. 

Diketahui, Rocky Gerung berbicara ketika berorasi dalam acara persiapan aksi akbar 10 Agustus 2023.

Terdapat potongan video yang merekam Rocky diduga menghina Presiden Joko Widodo.

"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, enggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN."

"Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia enggak mikirin nasib kita," kata Rocky.

"Itu b*** yang t**. Kalau dia b*** pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b****** itu sekaligus b*** yang pengecut. Ajaib b*** tapi pengecut," kata Rocky. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Rocky Gerung Minta Maaf Bikin Gaduh karena Ucapannya yang Dianggap Hina Jokowi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved