Kamis, 30 April 2026

Densus 88 di Solo Raya

Penangkapan Terduga Teroris di Solo Raya Berawal dari Perburuan Istri Pengantin Bom Astanaanyar

Penangkapan lima terduga teroris di Boyolali dan Sukoharjo berawal dari penangkapan istri pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung.

Tayang:
Editor: rika irawati
KOMPAS TV
Bom bunuh diri meledak di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Istri pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar ditangkap Tim Densus 88 di Sukoharjo bersama empat tersangka lain. Mereka diduga merencanakan penyerangan Polresta Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Penangkapan lima terduga teroris di Boyolali dan Sukoharjo berawal dari penangkapan istri pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung.

Perempuan berinisial RS alias UD itu diburu Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri sejak identitas sang suami, AS alias AM, teridentifikasi setelah menjadi pengantin bom bunuh diri pada 7 Desember 2022 lalu.

PPID Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar menjelaskan, RS ditangkap di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (27/7/2023), pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Total 5 Terduga Teroris Ditangkap di Boyolali dan Sukoharjo, Bersiap Serang Polresta Solo

Penangkapan RS menjadi pintu penangkapan empat terduga teroris lain di Boyolali dan Sukoharjo.

Aswin mengatakan, kelimanya berencana menargetkan Polresta Solo.

"Istri dari saudara AS alias AM, pelaku bom bunuh diri di Astanaanyar. Dia mengetahui rencana yang akan dilakukan oleh suaminya tersebut dan kemudian mendorong suaminya berperan itu (melakukan pengeboman)," kata Kombes Aswin Siregar, dalam konferensi pers di Polresta Solo, Jumat (4/8/2023).

Dari penangkapan RS, dilakukan pengembangan. Hingga kemudian, Densus 88 menangkap S, di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (1/8/2023), pukul 16.00 WIB.

Penangkapan berlanjut pada Rabu (2/8/2023), dengan tersangka T, di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Selanjutnya, pada Kamis (3/8/2023), penangkapan dilaksanakan dua kali dalam satu hari, yakni tersangka AG alias AS, di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo; dan TS, warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Geledah Rumah Penjahit Jas di Boyolali, Densus 88 Sita Panci Presto hingga Motor. Masih Cari Sepatu

Aswin mengatakan, tersangka S merupakan jaringan terorisme dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sejak 2008 sampai 2014.

Kemudian, menjadi simpatisan ISIS dari 2014 hingga sekarang.

Sedangkan keempat tersangka lain, terafiliasi menjadi jaringan Asrori Daulah.

Hasil penyelidikan, tersangka S sebagai Amir atau pemimpin otak pengeboman di Polsek Astanaanyar Bandung dan akan melakukan pengeboman di Polresta Solo.

"Pernyataan dari S, sebetulnya, di dua tempat, AG atau AS memilih untuk lokasi di Bandung. Sedangkan S memilih untuk lokasi di Solo atau Surakarta," katanya.

"Alhamdulillah, ini bisa kami cegah. Karena memang ada satu paket yang sudah dia siapkan dan sedang mencari pengantinnya (eksekutor pengeboman)," lanjutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Densus 88 Tangkap 5 Teroris yang Targetkan Polresta Solo, Salah Satunya Istri Pelaku Bom Polsek Astanaanyar".

Baca juga: Temukan 434 Tawaran Pinjol Ilegal, OJK Ingatkan Warga Prinsip 2L Sebelum Tergiur Tawaran Pinjol

Baca juga: Berminat Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Negara? Daftar di Link Berikut, Dibuka Mulai 5 Agustus

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved