Berita Viral
Heboh! Kelompok Santriwati Tenteng Senjata Laras Panjang, Kenakan Rompi Diduga Antipeluru
Beredar sebuah foto yang menujukkan sejumlah santriwati sedang menenteng senjata laras panjang saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Penulis: Andra Prabasari | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNBANYUMAS.COM- Beredar sebuah foto yang menujukkan sejumlah santriwati sedang menenteng senjata laras panjang saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kini foto tersebut viral di media sosial dan membuat nitizen heboh.
Selain menenteng senjata, santriwati yang berjumlah enam orang tersebut, juga mengenakan rompi antipeluru.
Berdasarkan informasi, santriwati ini masih duduk di kelas 7 dan 10 dan berasal dari Pondok Pesantren Baitul Quran Al Zahra di Magetan, Jawa Timur.
Kapolres Magetan AKPB Muhammad Ridwan membenarkan foto yang beredar di sosial media itu.
"Betul ini siswi salah satu Ponpes di Magetan kelas 7 dan 10," ungkap Ridwan yang dikutip TribuBanyumas.
Ridwan juga membenarkan bahwa senjata laras panjang itu bukanlah senjata api, namun airsoft gun.
Namun kepolisan Magetan belum mendapatkan klarifikasi dari Ponpes tersebut yang menaungi para santriwati.
Setelah foto itu viral, beredar juga video klarifikasi yang diduga pengurus Ponpes Al Jahara yang menjelaskan foto tersebut.
"Kami dari Yayasan Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan ingin menyampaikan permohonan maaft atas beredarnya foto tersebut."
"Foto ini merupakan simulasi kegiatan ekstra kulier yang di laksanakan di Pondok Pesantrean Baitul Quran Al Jahra Magetan," kata pria dalam video yang diunggah akun Instagram Lambe_turah, Senin(31/7/2023).
Pria tersebut juga mengkalim bahwa foto yang beredar dapat memicu pro kontra di masyarakat, dan akhirnya kegiatan ekstra kulikuler tersebut tidak akan dilanjutkan.
"Karena foto tersebut dirasa meresahkan sebagian besar masyarakat, pada kesempatan ini kami akan menyampaikan klarifikasi bahwasannya kegiatan tersebut merupakan simulasi kegiatan ekstra kurikuler yang rencana akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan,"
"Dengan viralnya kegiatan tersebut, dari beberapa pihak memutuskan bahwa kita tidak akan melanjutkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari ekstra kurikuler di pondok pesantren, demikian klarifikasi yang dapat kami sampaikan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Santriwati-Bawa-Senjata.jpg)