Kamis, 23 April 2026

Berita Jateng

Pelajar dan Lansia Naik BST di Solo tak Lagi Gratis, Ini Daftar Tarifnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tidak lagi mensubsidi warga lanjut usia (lansia) dan pelajar saat naik Batik Solo Trans (BST)

Mahfira Putri/Tribun Jateng
Para pelajar ketika hendak naik Batik Solo Trans di Jalan Slamet Riyadi Solo, Rabu (14/6/2023) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tidak lagi mensubsidi warga lanjut usia (lansia) dan pelajar saat naik Batik Solo Trans (BST).

Lansia dan pelajar kini membayar Rp 2 ribu. Tidak hanya untuk sekali perjalanan, harga ini berlaku pindah koridor maksimal dua jam. 

Peraturan ini akan berlaku mulai Sabtu (1/7/2023) mendatang. Sementara itu untuk penyandang disabilitas tetap tidak dikenakan biaya atau gratis.

Diketahui sebelumnya, lansia, pelajar dan penyandang disabilitas pada awal 2023 lalu tidak dikenakan biaya atau gratis saat naik BST.

Baca juga: Daging Lebih Banyak, Sapi Bali Jadi Primadona untuk Kurban di Solo

Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Yulianto Nugroho mengatakan sebelumnya untuk naik BST ini gratis. 

Namun per (1/1/2023) keputusan dari kementerian perhubungan umum sudah berbayar Rp 3,700. Lansia, pelajar dan penyandang disabilitas masih gratis.

Namun per (1/7/2023) mendatang diberlakukan lagi tarif lansia dan pelajar dengan tarif besaran Rp 2 ribu dengan pindah koridor maksimal dua jam.

Yuli mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait hal ini. Lansia maupun pelajar diminta melakukan registrasi di Kantor Dinas Perhubungan ataupun di Mal Pelayanan Publik.

"Setelah dilakukan sosialisasi banyak masyarakat yang beregistrasi di Dishub hampir tiap hari penuh. Selain di dishub ada di Mal Pelayanan Publik," kata Yuli, Rabu (14/6/2023).

Baca juga: Bus Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri Beroperasi Agustus 2023, Ada 14 Armada

Yuli mengatakan saat ini semua pembayaran di BST dengan e-money atau non tunai. Registrasi bisa dilakukan lewat online maupun datang langsung ke kantor.

"Setiap kartu e-money itu kan ada nomor yang dikeluarkan oleh masing-masing bank Himbara. Lansia dan pelajar wajib meregistrasi kartunya karena apapun itu saat naik BST kita taping ada nominal yang harus dibayar," imbuh Yuli.

Meskipun untuk penyandang disabilitas masih gratis, Yuli meminta agar tetap untuk registrasi. Hal ini untuk mempermudah layanan yang akan diberikan saat naik BST.

Agar tidak terjadi penumpukan di kantor pelayanan, untuk registrasi pelajar Yuli mengatakan pihaknya akan datang ke sekolah-sekolah agar lebih mudah 

"Nanti kamu akan masuk di sekolah, sebenarnya juga pelajar bisa melakukan registrasi online tapi tetap lansia harus dibantu," katanya. (uti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved