Berita Cilacap
Pendidikan Madin dan TPQ Terancam, Aktivis NU di Cilacap Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah untuk SD SMP
penerapan 5 hari sekolah bagi siswa sekolah dasar akan berpengaruh terhadap pendidikan non formal khususnya pendidikan keagamaan
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - M. Taufik Hidayatullah salah satu aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Cilacap secara tegas menolak rencana Dinas P dan K Kabupaten Cilacap terkait penerapan program 5 hari sekolah.
Khususnya bagi sekolah-sekolah di tingkat dasar seperti Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
Menurut Taufik program tersebut belum mampu diterapkan di Kabupaten Cilacap.
Sebab, masih banyak sekali faktor-faktor pendukung yang perlu dipersiapkan.
Semisal dari segi infrastruktur karena masih adanya keterbatasan ruang, kemudian keterbatasan jumlah guru, termasuk kondisi siswa SD yang perlu dipersiapkan secara penuh.
Terlebih secara geografis, mayoritas sekolah dasar di Kabupaten Cilacap berada di wilayah pedesaan.
"Terkait dengan rencana penerapan 5 hari sekolah di Cilacap, secara pribadi dan saya sebagai seorang dari kalangan pesantren dan madrasah diniyah merasa keberatan," ungkap Taufik, Jumat (9/6/2023).
Baca juga: Sampah 850 Kilogram Diangkut dari Pantai Teluk Penyu Cilacap
Menurut dia, penerapan 5 hari sekolah bagi siswa sekolah dasar akan berpengaruh terhadap pendidikan non formal khususnya pendidikan keagamaan.
Pasalnya anak-anak sekolah dasar biasanya memanfaatkan waktu sore hari mereka untuk belajar ilmu agama di TPQ ataupun di madrasah diniyah.
Dengan hilangnya kesempatan belajar ilmu agama di TPQ atau madrasah diniyah, dikhawatirkan 10 tahun kedepan akan berdampak terhadap pemerosotan moral anak-anak di Kabupaten Cilacap.
"Penerapan 5 hari sekolah artinya kesempatan anak-anak untuk belajar di TPQ ataupun madrasah diniyah itu hilang.
Karena mereka pulang jam 4 sore, sampai rumah capek, tidur," jelasnya.
Baca juga: PSCS Cilacap Resmi Dilatih Asisten Shin Tae-yong, Legenda Timnas: Charis Yulianto, Berikut Profilnya
Selain itu, ia juga menilai penerapan 5 hari sekolah juga mempengaruhi waktu kebersamaan dengan keluarga dan juga sosialisasi di lingkungan.
Anak-anak tidak memiliki banyak waktu bersama orang tua dan lingkungan karena keseharian mereka hanya diisi dengan belajar di sekolah.
Padahal menurutnya bergaul dan berhubungan dengan masyarakat menjadi suatu kebutuhan yang nantinya akan membentuk karakter anak-anak.
"Maka secara tegas kami minta kepada Pj Bupati Cilacap, anggota DPRD Cilacap, Kepala Dinas Pendidikan untuk tidak memberlakukan program 5 hari sekolah di tingkat dasar di Kabupaten Cilacap ini. Kalau itu dilakukan tolong lakukan secara selektif jangan asal-asalan," harapnya.
Sementara itu, dikatakan Taufik bahwa sesusai mendengar pernyataan penolakan program 5 hari sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono langsung mengkoordinasikan hal tersebut dengan PCNU Cilacap. (pnk)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.