Seri A Italia
AC Milan Alami Krisis: Maldini dan Massara Mendadak Dipecat, Pemain Dikabarkan Ancam Hengkang
Klub AC Milan dilanda resesi. Setelah ditinggal Zlatan Ibrahimovic, ditinggal direktur teknik Paolo Maldini dan direktur olahraga Frederic Massara.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Klub AC Milan dilanda resesi. Setelah ditinggal pemain andalan, Zlatan Ibrahimovic, ditinggal direktur teknik Paolo Maldini dan direktur olahraga Frederic Massara.
Dua mastermind Rossoneri itu secara mengejutkan dipecat petinggi AC Milan.
Pemecatan Maldini dan Massara dilatarbelakangi perbedaan misi antara petinggi AC Milan dengan dua sosok tersebut.
Terutama, soal komposisi pemain.
Dilansir Football Italia, Maldini dan Massara awalnya ingin anggaran lebih dari 50 juta euro untuk belanja pemain AC Milan.
Dana tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas skuad AC Milan agar bisa bersaing di kompetisi Eropa.
Hanya saja, hal itu tak disetujui para petinggi AC Milan yang punya pandangan berbeda soal budget transfer.
Baca juga: Arrivederci, Ibra! Zlatan Ibrahimovic Pensiun, Perpisahan dengan AC Milan di San Siro Penuh Haru
Tak hanya itu, perbedaan dalam hal lain, diduga menjadi penyebab petinggi AC Milan merasa sudah tidak sevisi lagi dengan Maldini dan Massara.
Sementara, MilanNews mengabarkan detik-detik perselisihan di antara para petinggi AC Milan tersebut.
Sehari setelah laga penutup musim kontra Verona, Paolo Maldini selaku direktur teknik dan Frederic "Ricky" Massara (direktur olahraga) melakukan pertemuan dengan pemilik AC Milan, Gerry Cardinale.
Pertemuan dilaporkkan berlangsung beberapa menit di sebuah hotel di tengah Kota Milan.
Maldini, Massara, dan Cardinale, membahas bagaimana strategi transfer klub dengan dana yang ada.
Awalnya, pertemuan berlangsung damai dan tenang.
Jurnalis Daniele Longo menyebut, Cardinale bahkan menegaskan kembali apresiasinya atas apa yang sudah dilakukan Maldini dalam proyek pembangunan Rossoneri.
Calciomercato menyebut, Milan akan menginvestasikan dana sebesar 50 juta euro pada periode transfer Juli-Agustus untuk memenuhi kebutuhan pemain baru di beberapa posisi.
Akan tetapi, pertemuan itu berkembang ke arah perdebatan.
Tensi tinggi terjadi antara Maldini dan Cardinale yang berbeda visi soal perkembangan tim.
Maldini disebut frustrasi dengan kurangnya pemain yang tersedia di bursa transfer dan mendesak Cardinale, selaku pemilik klub, untuk berinvestasi lebih banyak.
Pertemuan itu tampaknya menemui jalan buntu.
Cardinale bersikeras dengan pendiriannya. Bahkan, menyebut 'tidak ada waktu untuk memulai diskusi tentang masalah ini di masa lalu atau sekarang'.
Baca juga: Resmi! Eks Pelatih Kepala AC Milan Academy Misha Radovic Jabat Direktur Teknik Persis Solo
Maldini dan Massara sempat dilaporkan mengundurkan diri dari Milan.
Akan tetapi, Calciomercato mengonfirmasi bahwa Maldini dan Massara yang merupakan tangan kanannya, dipecat oleh Cardinale.
Sementara itu, Tuttomercatoweb menyebut, kisruh di jajaran petinggi AC Milan merupakan bagian dari perebutan kekuasaan dengan CEO Giorgio Furlani.
Furlani diklaim sebagai sosok yang mengambil peran lebih besar dalam tahap akhir perpanjangan kontrak Rafael Leao.
Di lain sisi, kepergian Paolo Maldini dan Ricky Massara merupakan kehilangan bagi Milan.
Sebab, dua orang tersebut menjadi sosok penting di balik transfer cerdas I Rossoneri.
Dengan didampingi Massara, Maldini berhasil mendatangkan pemain-pemain berkualitas dengan dana belanja minim seperti Theo Hernandez, Rafael Leao, Olivier Giroud, dan Mike Maignan.
Nama-nama tersebut menjadi pilar AC Milan saat meraih scudetto Serie A musim lalu.
Ancaman Pemain Hengkang
Pemecatan Maldini dan Massara memberi efek domino.
Beberapa pemain AC Milan dikabarkan mengancam ikut hengkang atas pemecatan tersebut.
Beberapa pemain AC Milan merasa bingung dengan keputusan klub memecat duo sosok berpengaruh tersebut.
Pemain Rafael Leao yang baru saja menandatangani kontrak baru terkejut dengan pemecatan itu.
Apalagi, selama ini, Rafael Leao memiliki hubungan kedekatan spesial dengan legenda AC Milan tersebut.
Selain Leao, Tonali yang dibesarkan sebagai penggemar AC Milan merupakan pemain yang mengidolakan Maldini.
Bahkan, Tonali disebut pernah memasang poster Maldini di dinding saat masih kecil.
Begitu pula dengan Maignan yang merasa berutang budi dengan Maldini.
Hutang budi yang dimiliki Maignan lantaran ia merasa terhormat karena Maldini memilihnya sebagai penjaga gawang pengganti AC Milan setelah ditinggal Gianluigi Donnarumma.
Baca juga: Tak Sampai 5 Menit, Tiket Laga Indonesia vs Argentina Ludes di Hari Kedua Penjualan
Beberapa respons kekecewaan pemain AC Milan terhadap keputusan pemecatan Maldini dan Massara pun rawan membuat skuad Rossoneri berontak.
Tak mengherankan, jika beberapa pilar andalan AC Milan akan cabut seandainya klub tidak menemukan sosok yang tepat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Maldini dan Massara.
Efek lain, proyek pembangunan skuad AC Milan yang selama ini dirancang Stefano Pioli bersama Maldini otomatis juga terancam.
Theo Idolakan Sosok Maldini
Sejak bergabung dengan AC Milan dari Real Madrid pada tahun 2019, Theo Hernandez langsung menjadi pilar andalan Rossoneri.
Pemain asal Perancis itu memutuskan gabung AC Milan setelah kesulitan menembus skuad utama Real Madrid.
AC Milan setidaknya perlu menggelontorkan uang sebanyak 20 juta euro alias Rp316 milliar untuk bisa mendatangkan Theo Hernandez ke San Siro.
Bersama AC Milan, performa Theo Hernandez tergolong cukup bagus dan tidak terlalu mengecewakan sebagai pendatang baru di Liga Italia.
Theo Hernandez langsung nyetel dengan permainan AC Milan pada musim perdana.
Disinggung terkait alasan keputusannya gabung AC Milan pada musim lalu, Theo Hernandez mengakui hal itu bukan perkara sulit baginya.
Theo Hernandez menganggap, ketika AC Milan datang memberikan tawaran untuk bergabung, ia tak perlu berpikir dua kali untuk menerima.
"Itu keputusan yang mudah bagi saya, apalagi AC Milan klub yang memenangkan trofi Liga Champions terbanyak kedua," ujar Theo Hernandez dilansir Football Italia.
"Saya tidak perlu berpikir panjang sama sekali, saya berbicara dengan keluarga dan perwakilan saya untuk membicarakannya."
"Ketika saya mendengar minat tersebut, secara naluriah saya tahu itu adalah tempat yang bagus untuk mengembangkan karier saya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Theo Hernandez menganggap, keberadaan Paolo Maldini menjadi dalang utama dibalik keputusannya pindah AC Milan.
"Maldini yang menelepon saya, suatu hari, dan berkata dia ingin bicara. Lalu kami berada di Ibiza dan kami melakukan percakapan bahwa AC Milan ingin merekrut saya," kata Theo Hernandez jujur.
"Dia mampu menunjukkan kepercayaannya kepada saya dan menyakinkan saya bahwa AC Milan dapat menjadi rumah bagi saya."
"Saya pun mengetahui bahwa dia merupakan sosok legenda yang benar-benar hebat," sanjungnya.
Theo Hernandez mengungkapkan, ada banyak nasihat yang ia terima selama pembicaraannya dengan Maldini pada waktu negosiasi.
Apalagi, Maldini sudah dikenal menjadi salah satu bek kiri yang melegenda dalam dunia si kulit bundar.
"Dia, saat itu, telah memberi saya banyak nasihat selama pertemuan tersebut sampai dengan sekarang, dia memberi tahu saya hal yang harus ditingkatkan dan bagaimana saya bisa menjadi bek kiri andal," akui Theo Hernandez.
"Tentu, mendapatkan wawasan seperti itu dari seseorang seperti Maldini sangatlah luar biasa," ujarnya.
Hingga pada akhirnya, keputusan Theo Hernandez untuk hengkang dari Real Madrid untuk bergabung dengan AC Milan dinilai sangat tepat. (Dwi Setiawan/tribunnews/kompascom)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisruh Petinggi AC Milan, Apa yang Dikatakan Pemilik ke Maldini & Massara Hingga Berujung Pemecatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Direktur-teknik-AC-Milan-Paolo-Maldini-perpisahan-denga-zlatan-ibrahimovic.jpg)