Berita Wonosobo
Ribuan Santri Ponpes Al Asy'ariyyah Wonosobo Mudik Bareng Dikawal Polisi
Ribuan santri Ponpes Al Asyariyyah Wonosobo dilepas untuk mudik bareng ke kampung halaman. Perjalanannya dikawal polisi.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Ribuan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al-Asy'ariyyah Pusat, Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo melakukan "Mudik Sareng" jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kamis (13/04/2023).
Total dua ribu santri melakukan mudik pada tahun ini, yang diberangkatkan dengan menggunakan 32 armada.
"Tahun ini Al-Asy’ariyyah memberangkatkan 32 armada dari PO Anjana Wonosobo dengan pemberangkatan yang dikawal mobil patroli Polsek Mojotengah," ujar Ustadz Fariz Ahmad selaku Lurah PPTQ Al-Asy’ariyyah.
Kegiatan "Mudik Sareng" sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya di PPTQ Al-Asy’ariyyah. Tahun ini santri mendapat libur panjang hingga 6 Mei 2023.
Sebelum pemberangkatan mudik para santri, mengikuti pengajian peringatan Nuzulul Qur’an dan penutupan aktivitas Ramadhan.
Ustadz Abdul Latif Alhafidz selaku perwakilan dari pengurus pondok pesantren menyampaikan pesan kepada santri untuk membantu orang tua serta mengamalkan ilmunya selama di rumah.
"Kami harapkan di rumah maupun di pondok kalian lebih giat di rumah ya, karena nanti kalian di rumah bertemu orang tua setelah sekian lama tidak bertemu yang dinanti-nantikan kalian pulang punya akhlak yang mulia, mengamalkan ilmunya serta membantu pekerjaan di rumah," ujarnya.
Para santri diminta untuk menjaga hafalan Alqurannya karena setelah libur lebaran akan dilaksanakan seleksi Haflah Khatmil Qur’an.
Pengajian diisi oleh Kiai Ahmad Habib sekaligus Pengurus Madrasah Diniyah PPTQ Al-Asy’ariyyah, menyampaikan tentang Nuzulul Qur'an yang berkaitan dengan Lailatul Qadar dan berpesan agar amal baik di bulan Ramadhan selalu ditingkatkan.
Pihaknya mewakili segenap dewan guru PPTQ Al-Asy’ariyyah, menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pembelajaran di pesantren terdapat salah dan khilafnya, serta berharap semuanya bisa menjadi insan yang lebih baik lagi.
Selepas acara, para santri yang mengikuti kegiatan "Mudik Sareng" ini bergegas menuju kendaraannya masing-masing yang telah dibagi pada sore harinya.
Rombongan mudik dikelompokkan sesuai jalur yang searah. Santri akan diturunkan di tempat strategis alamat terdekat atau diantarkan langsung di depan rumah masing-masing jika rute yang dilalui terjangkau.
Banyaknya jumlah santri yang mudik, untuk mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi di Kalibeber, pengurus pondok pesantren berkoordinasi dengan Banser untuk menerjunkan anggotanya mengatur lalu lintas.
Pelepasan "Mudik Sareng" santri sengaja dilaksanakan malam hari untuk meminimalisir kemungkinan kemacetan yang bisa saja terjadi.
Mudik Sareng dilepas langsung oleh KH Khairullah Al Mujtaba selaku Pengasuh PPTQ Al-Asy’ariyyah dengan diawali doa bersama dan bendera pesantren dikibarkan sebagai simbol start "Mudik Sareng" santri dilaksanakan. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/mudik-santri.jpg)