Berita Banyumas
Buaya di Sungai Banjaran Purwokerto Ternyata Peliharaan Warga yang Lepas, Kok Bisa?
terbaru ia mendapati informasi buaya itu sudah diambil oleh pemiliknya. Pihaknya pun sampai saat ini masih melacak identitas pemilik buaya itu.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Warga Purwokerto Banyumas sempat dihebohkan dengan penemuan anak biaya di sungai. Dari unggahan yang beredar di media sosial, buaya itu ditemukan atau ditangkap warga di bawah jembatan Sungai Banjaran, atau tepatnya di sebelah barat Museum BRI (Underpass Purwokerto).
Tampak warga menenteng anakan buaya itu dengan cara memegang ekornya. Buaya itu juga terlihat dimasukkan ke dalam ember.
Penemuan anakan buaya di Sungai Banjaran itu masih menyisakan teka-teki. Ini terkait muasal buaya itu.
Pasalnya, Sungai Banjaran yang mengalir di kota Purwokerto mestinya bukan habitat buaya muara. Belum diketahui darimana buaya itu berasal.
Apakah satwa itu keluar dari habitatnya di muara, terlepas atau sengaja dilepas dari tempat pemeliharaan seseorang.
Aktivis lingkungan Banyumas Eddy Wahono mengatakan, timnya sudah bergerak untuk menelusuri muasal anak buaya tersebut.
Lokasi penemuan sendiri berada di kota dan jauh dari muara yang biasa menjadi habitat buaya muara.
Eddy menduga anak buaya itu peliharaan warga yang lepas.
"Dimungkinkan peliharaan seseorang di daerah tersebut," katanya
Benar saja, terbaru ia mendapati informasi buaya itu sudah diambil oleh pemiliknya. Pihaknya pun sampai saat ini masih melacak identitas pemilik buaya itu.
Pihaknya juga ingin memastikan apakah pemilik buaya itu sudah memiliki izin dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk pemeliharaannya.
Ia menilai, buaya yang lepas dari tempat pemeliharaan bisa melahirkan bagi warga. Terlebih sungai menjadi tempat beraktivitas sebagian warga.
Keberadaan buaya di sungai yang dekat dengan pemukiman tentunya bisa menimbulkan konflik dengan manusia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.