Erupsi Gunung Merapi

6 Jam, Gunung Merapi Dua Kali Keluarkan Awan Panas Guguran. Hujan Abu Selimuti Dua Dusun di Sleman

Gunung Merapi terpantau dua kali mengeluarkan awan panas guguran sepanjang pukul 00.00-06.00 WIB, Selasa (14/3/2023).

|
Editor: rika irawati
Twitter BPPTKG
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Sabtu (11/3/2023) malam pukul 23.01 WIB. Simak kondisi terkini Gunung Merapi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Gunung Merapi terpantau dua kali mengeluarkan awan panas guguran sepanjang pukul 00.00-06.00 WIB, Selasa (14/3/2023).

Kejadian ini mengakibatkan dua dusun di Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, dilanda hujan abu tipis.

Dalam laporannya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) awan panas guguran itu memiliki jarak luncur 1.600-2.000 meter mengarah ke barat daya.

Baca juga: Aktivitas Erupsi Merapi Menurun, Sehari Hanya Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran

Baca juga: Warga Diminta Waspada Bahaya Lahar saat Hujan di Puncak Merapi, Muntahan Awan Panas Tercatat 60 Kali

Dalam periode yang sama, teramati 15 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

"(Hujan) abu tipis terpantau di Kalitengah Kidul, Glagaharjo," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan Makwan, Selasa.

Sementara itu, Ketua Komunitas Siaga Merapi (KSM) Glagaharjo, Rambat Wahyudi mengatakan, hujan abu tipis juga terjadi di Kalitengah Lor.

"Sekitar jam 7 (pagi), di Kalitengah Lor, tapi tipis aja kok. Paling, saat ini, sudah enggak," ujar Rambat Wahyudi.

Rambat menyampaikan, hujan abu tipis yang turun tidak menganggu aktivitas warga. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa.

"Masih normal, masih seperti biasa. Yang ngarit ya ngarit (cari rumput untuk pakan ternak), ke pasar ya ke pasar, karena hari ini kan berbarengan dengan acara nyadran, kenduri, jadi normal-normal saja," jelasnya.

Baca juga: Tak Terganggu Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi, Siswa SDN 2 Tlogolele Boyolali Tetap Masuk Sekolah

Terkait aktivitas Gunung Merapi, saat ini, menurut Rambat, warga terus meningkatkan kewaspadaan, termasuk melakukan ronda malam untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

"Ya, yang jelas, warga meningkatkan kewaspadaan, ronda malam juga aktif, ya waspada saja," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awan Panas Guguran Merapi, 2 Dusun di Sleman Hujan Abu Tipis".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved