Liga 1
Laga PSIS Semarang vs Persebaya Ditunda, Ternyata Ada 4 Alasan Polisi Tak Keluarkan Izin
Pertandingan PSIS Semarang kontra Persebaya Surabaya ditunda, polisi memberkan empat alasan tidak dikeluarkannya izin pertandingan.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pertandingan PSIS Semarang kontra Persebaya Surabaya ditunda, polisi memberkan empat alasan tidak dikeluarkannya izin pertandingan.
Laga PSIS Semarang kontra Persebaya Surabaya sedianya dilaksanakan hari ini di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (8/2/2023).
Namun, hingga H-2 pertandingan, polisi tidak kunjung mengeluarkan izin.
Ternyata, polisi memberikan rekomendasi agar laga ditunda.
Baca juga: Bonek Masih Bertahan di Kota Semarang Meski Laga PSIS vs Persebaya Ditunda
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar membeberkan empat alasan mengapa pihak kepolisian tak memberikan izin pada pertandingan klasik tersebut.
1. Pembangunan Stadion Jatidiri Belum Rampung
Proses pembangunan Stadion Jatidiri belum selesai, masih dalam tahap finishing.
"Jatidiri masih dalam proses finishing yang belum diserahkan kepada pelaksana ke provinsi.
Sehingga, dari pelaksana pembangunan, khawatir manakala pembangunan ini terhambat bahkan menjadi rusak dari akibat pertandingan tersebut," kata Kapolrestabes saat ditemui di Pos Lalu Lintas Simpang 5 Semarang, Rabu (8/1/2023).
Baca juga: Laga PSIS Semarang Kontra Persebaya Direncanakan Digelar di Luar Pulau Jawa
Seperti diiketahui, pertandingan antara-tim ibukota provinsi ini diprediksi bakal dihadiri puluhan ribuan penonton.
2. Distribusi Tiket Karut Marut
Hasil evaluasi pertandingan sebelumnya antara PSIS Semarang melawan Persib Bandung, pihaknya menemukan adanya pendistribusian tiket yang tidak sesuai.
Ketidaksesuaian tersebut berupa tiket untuk suporter tim lawan yang seharusnya dibatasi malah melebihi kuota.
Baca juga: Penjelasan Polisi Soal Tak Dikeluarkannya Izin PSIS vs Persebaya di Stadion Jatidiri Semarang
Sebagaimana diketahui, setiap pertandingan Liga 1 sementara dibatasi 50 persen.
Namun, pada pertandingan tersebut terjadi distribusi tiket melebihi kuota yang menurut polisi terhitung membahayakan.
"Misal kuota untuk suporter Persib 1.000 tapi nyatanya yang datang dan mendapatkan tiket kira-kira 4-5 ribu.
Bahkan, di luar seribu kuota untuk Persib itu bergabung dengan suporter Semarang, ini kan membahayakan," terangnya.
3. Tak Ada Artinya Kebijakan Tanpa Penonton
Pihak panitia mempertimbangkan pertandingan tanpa penonton, namun kebijakan tersebut tidak berhasil alias muspro.
Ini berdasarkan hasil evaluasi pertandingan PSIS melawan Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu di Stadion M Soebroto di Magelang.
Pertandingan yang seharusnya dilaksanakan tertutup atau tanpa penonton, ternyata masih dihadiri oleh kedua suporter.
"Banyak suporter yang datang dari Semarang dan Surabaya yang kemudian menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Baca juga: Fix! Laga PSIS vs Persebaya Ditunda, Panpel Beberkan Alasannya
4. Tak Ada Jaminan dari Bonek
Kapolrestabes menuturkan, penundaan pertandingan ini juga dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara Bonek dengan pihak kepolisian.
Pihak Bonek meminta kuota suporter sebanyak 1.000 orang.
Polisi lantas meminta jaminan pertanggungjawaban kepada Bonek semisal terjadi ha-hal yang tidak diinginkan, tapi Bonek tidak mau menyanggupinya.
"Pihak Surabaya tidak bisa bertanggung jawab manakala yang hadir lebih dari 1.000 dan jika melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
Ini terbukti tadi itu terjadi sedikit gesekan antara suporter yang datang dari luar Semarang dengan warga di Kaligawe Semarang," bebernya.
Baca juga: Laga PSIS vs Persebaya Belum Kantongi Izin Kepolisian, Ditunda? Ini Kata Panpel
Irwan menegaskan, Panpel sepatutnya melakukan pembenahan sistem pendistribusian tiket.
Ia takut semisal sistem kuota yang buruk dapat menyebabkan suporter Semarang yang tidak kebagian tiket memaksa merangsek masuk ke stadion.
Selain itu, penjualan tiket harus tepat sasaran supaya ketika pelaksanaan pengamanan pertandingan bisa sesuai rencana.
"Ini menjadi bahan evaluasi dari sistem pertandingan kemarin," imbuhnya.
Kapolrestabes menambahkan, alasan-alasan penundaan pertandingan tersebut sudah melalui kesepakatan pada saat rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan oleh kepolisian dan panitia pelaksana (panpel) serta pihak terkait lainnya.
"Kesepakatan melalui rakor," katanya.
Duel maut mempertemukan Laskar Mahesa Jenar vs Bajul Ijo sedianya dilaksanakan pada Rabu (8/2/2023) sore di Stadion Jatidiri, Kota Semarang.
Pertandingan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. (*)
Baca juga: PSIS Naik Satu Peringkat di Klasemen Liga 1, Salip Persita Tangerang, Arema FC Masih Tertinggal
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.