Liga 1

Ini Sosok Wasit Liga 1 Yang Jadi Kapolsek di Semarang, Pernah Keluarkan 11 Kartu Kuning di Satu Laga

Siapa sangka eks-wasit Liga 1 Indonesia (dulu ISL), Handri Kristanto saat ini menjadi Kapolsek Candisari Polrestabes Semarang dan berpangkat Iptu.

ist/dok pribadi
Eks-wasit ISL (sekarang Liga 1), Iptu Handri Kristanto jadi Kapolsek Candisari Polrestabes Semarang. Selama menjadi wasit, Iptu Handri Kristanto sempat menerima penghargaan sebagai wasit terbaik ISL. Handri Kristanto yang merupakan pria asli Semarang tersebut pernah mengeluarkan 11 kartu kuning dalam satu pertandingan saat aktif sebagai wasit Indonesa Super League atau ISL yang saat ini bernama Liga 1. 

"Dari kecil sudah suka bola, sempat menekuni sepak bola di Persikas Apac Inti sejak tahun 1997 sampai 2000," ujarnya.

Selepas itu, ia lantas  mendaftar sebagai polisi melalui pendidikan gelombang 2 di Sekolah Pendidikan Polisi Negara (SPN) Lido Polda Metro Jaya di Bogor, Jawa Barat.

Begitu masuk polisi, ia menjalani penempatan pertama di Mako Korp Brimob Polri Depok sebelum kembali ke Semarang.

Ia selama menjadi polisi tak jauh-jauh pula dari sepakbola dengan  bergabung di klub sepak bola kompetisi amatir Kota Semarang yakni Persatuan Sepak Bola Polisi (PS POP).

Karir sebagai pemain, terpaksa berhenti setelah alami cedera saat bertanding di tahun 2007.

Terpaksa pemain berposisi striker itu memutuskan untuk jadi wasit.

Keputusan itu berangkat dari sosok Widiyanto seorang polisi yang juga wasit sepak bola.

Baca juga: Hasil PSIS Vs Barito: Pelatih Dejan Marah Besar ke Wasit

"Dari dia juga saya terinspirasi dan termotivasi untuk jadi wasit," ucap pria yang pernah bertugas di Densus 88 Anti-Teror tersebut.

Perjalanan karier wasitnya beranjak dari Divisi Utama di tahun 2011.

Ia hanya setahun di Divisi Utama lalu memimpin pertandingan kasta tertinggi yakni ISL di tahun berikutnya.

Selama menjadi wasit, ia dikenal sebagai pengadil lapangan yang tegas dan lugas dalam memberi keputusan.

Puncak karier Handri sebagai wasit terjadi pada 2014 ketika dia mendapat dua kali penghargaan wasit terbaik ISL edisi bulanan.

"Masuk musim 2016-2017 sempat absen karena hendak menempuh sekolah perwira dan mulai aktif lagi di tahun 2018," tutur ayah tiga anak itu.

Suka dan Duka

Ia mengaku, selama menjadi wasit banyak kejadian suka dan duka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved