Imlek 2023

Apa itu Cap Go Meh? Simak Penjelasan dari Dosen Bahasa Mandarin Unsoed Purwokerto Ini

Cap Go Meh juga bisa disebut sebagai penanda bahwa perayaan Imlek sudah selesai.

Editor: Pujiono JS
CANVA
Cap Go Meh juga bisa disebut sebagai penanda bahwa perayaan Imlek sudah selesai. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Selain Imlek, kata yang sering kita dengar akhir-akhir ini adalah Cap Go Meh.

Apa sebenarnya Cap Go Meh itu?

Cap Go Meh sebenarnya adalah perayaan setelah Imlek selesai.

Dengan demikian, Cap Go Meh juga bisa disebut sebagai penanda bahwa perayaan Imlek sudah selesai.

Baca juga: Sambut Imlek, PT KAI Beri Promo Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh. Kelas Eksekutif Hanya Rp200 Ribu

Baca juga: Hore! Pemerintah Putuskan 23 Januari 2023 sebagai Cuti Bersama Imlek

Baca juga: Kelenteng Sam Poo Kong Semarang Gelar Pesta Imlek 3 Hari. Ada Atraksi Reog, Jatilan hingga Barongsai

"Perayaan Cap Go Meh juga dikenal sebagai Lantern Festival atau festival lampion" kata Dosen Program Studi (Prodi) Bahasa Mandarin Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Monika Herliana, Jumat (19/1/2023).

Monika menambahkan bahwa perayaan Cap Go Meh setiap tanggal 15 dari bulan pertama dalam kalender China.

Dalam kalender Masehi, bulan tersebut jatuh pada Februari atau Maret.

Cap Go Meh akan dirayakan oleh masayrakat Tionghoa yang merayakan Imlek sebelumnya.

"Perayaan Cap Go Meh ini dilakukan dengan cara menyalakan lampion, menari, dan menikmati makanan"

"Hal itu dilakukan seperti tang yuan", ungkap lulusan S2 Universitas Diponegoro (Undip).

Banyak yang mempercayai bahwa perayaan Cap Go Meh dapat menarik keberuntungan bagi semuanya.

Monika Herliana mengatakan, Cap Go Meh diyakini dapat mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan bagi keluarga yang merayakan.

Imlek

Imlek merupakan perayaan penting bagi masayarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selain itu, Imlek juga merupakan festival bagi masayarakat tionghoa yang jatuh pada tanggal pertama dalam kalender China.

"Imlek juga dikenal sebagai Tahun Baru China atau Spring Festival" tambah Monika Herliana.

Tahun ini, Imlek 2574 dirayakan pada Minggu, (22/1/2023) yang mana ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Diketahui, Imlek ini sudah ada sejak zaman Dinasti Han sekitar 2000 tahun lalu.

Monika membeberkan pada awalnya Imlek ini diperingati sebagai hari pergantian musim untuk menyambut musim semi.

Namun, dalam tradisi Tiongkok, Imlek ini dianggap sebagai hari pergantian tahun yang sangat penting dan harus dirayakan bersama keluarga yang berdekatan.

"Saat Imlek ada juga tradisi yang dipercayai seperti memberikan Angpao atau Hong Bao" ungkap Monika Heliana.

Hal tersebut dapat memberikan keberuntungan di tahun baru yang akan datang. (***)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved