Senin, 11 Mei 2026

Persekat Tegal

Persekat Tegal: Liga 2 Kami Minta Dibenahi, Bukan Dihentikan

Manajer Persekat Tegal, Ersal Aburizal, memberikan statemen resmi klub mengenai kompetisi Liga 2 yang dihentikan sesuai hasil rapat Exco PSSI.

Tayang:
ist/dok persekat
Skuat Persekat Tegal pada Liga 2 musim 2022/2023. Manajer Persekat Tegal, Ersal Aburizal, memberikan statemen resmi klub mengenai kompetisi Liga 2 yang dihentikan sesuai hasil rapat Exco PSSI. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Manajer Persekat Tegal, Ersal Aburizal, memberikan statemen resmi klub mengenai kompetisi Liga 2 yang dihentikan sesuai hasil rapat komite eksekutif atau Exco PSSI.

Persekat Tegal meminta Liga 2 untuk dibenahi, bukan dihentikan.

Dikatakan Ersal, saat berlangsung managers meeting mayoritas klub termasuk Persekat Tegal mengusulkan jika kompetisi Liga 2 tetap dilanjutkan.

Dengan skema kompetisi bubble to bubble seperti halnya Liga 1.

Baca juga: Setuju Liga 2 Dihentikan, Persekat Tegal: Dari Awal, Liga 1 Tak Ada Degradasi

Hal itu, menurut Ersal mendasari peraturan kepolisian (perpol) nomor 10 tahun 2022 yang salah satunya diharuskan stadion home base untuk dilakukan risk assessment.

"Sebelumnya, kami menerima surat dari LIB tentang pemberitahuan kelanjutan kompetisi Liga 2 dengan sistem home and away dengan penonton, dan penjadwalan risk assessment dengan semua biaya ditanggung oleh klub," katanya.

Keputusan pemberhentian tersebut, kata dia, tidak bisa diterima begitu saja.

Terlebih, dijelaskan Ersal, selama lebih dari tiga bulan klub sudah berupaya patuh dan sabar menunggu kepastian kelanjutan kompetisi yang dihentikan sejak 3 Oktober 2022 lalu.

Adapun pemberhentian kompetisi pada 3 Oktober 2022 lalu ini, tertulis dalam surat nomor 584/LIB-KOM/X/2022.

Baca juga: Stadion Trisanja Kandang Persekat Tegal Lolos Verifikasi Mabes Polri untuk Gelar Liga 2,  Skor Tipis

Menanggapi pemberhentian kompetisi Liga 2, klub Persekat Tegal mengeluarkan statemen resmi sehari sebelum pertemuan managers meeting pada Jumat (13/1/2023) kemarin.

"Tanggapan resmi yang kami keluarkan yaitu meminta Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mendengarkan masukan dari seluruh peserta Liga 2.

Kemudian bersama-sama membenahi standar keamanan dan infrastruktur sepakbola. Selain itu, kami mengusulkan operator terpisah Liga 2," jelas Ersal, kepada TribunBanyumas.com, Sabtu (14/1/2023).

Ersal mengatakan, Persekat antusias mempersiapkan verifikasi dengan mengusulkan kepada Pemkab Tegal untuk membentuk tim kelompok kerja (pokja) agar bisa percepatan dalam persiapan verifikasi.

Baca juga: Suporter Tuntut Sikap Tegas Manajemen Persekat Tegal soal Kompetisi: Jangan Hanya Wait and See!

Sedangkan asesmen risiko pengamanan yang dilakukan tim Mabes Polri berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis (5/1/2023) dan Jumat (6/1/2023) lalu. 

Pada pelaksanaannya, turut dihadiri manajemen Persekat, kelompok kerja (pokja) yang melibatkan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas PUPR, RSUD dr Soeselo Slawi, Askab PSSI Tegal, Polres Tegal, dan tentunya tim verifikasi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved