Bisnis
Bagaimana Penjualan Mobil Tahun Depan di Tengah Isu Resesi? Ini Prediksi dan Data dari Gaikindo
Penjualan mobil di Indonesia tahun depan diharapkan masih mengalami tren peningkatan, meskipun di tengah isu adanya ancaman resesi global di 2023.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil atau kendaraan bermotor di Indonesia tahun depan masih mengalami tren peningkatan.
Meskipun, dia juga tidak memungkiri akan adanya ancaman resesi global tahun 2023.
Ia optimistis dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, penjualan bisa mencapai 1 juta unit tahun depan.
"Penjualan akan tetap naik selama pertumbuhan ekonominya bagus.
Baca juga: Larangan Mudik Tak Pengaruhi Penjualan Mobil Bekas, Jenis MPV Paling Dicari
Kuartal III kemarin (tahun 2022), pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,7 persen dan tahun depan prediksi pertumbuhan ekonomi tetap baik.
Kami optimistis bisa mencapai (target) penjualannya," kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara di sela konferensi pers GIIAS di Semarang yang diikuti TribunBanyumas.com, baru-baru ini.
Optimisme peningkatan penjualan mobil tahun depan terlihat dari angka dan data yang ada pada tahun ini, 2022.
Penjualan kendaraan bermotor di Indonesia ditargetkan bisa mencapai 960.000 unit hingga akhir tahun 2022.
Gaikindo optimistis target itu bakal tercapai seiring dengan tren peningkatan yang terjadi.
Baca juga: Penjualan Mobil di Indonesia Terhambat Pandemi, Toyota Avanza Tetap Menjadi Paling Laris
"Kami yakin dengan target penjualan mobil di Indonesia 960.000 unit tahun 2022.
Menarik, ekspor kita (tahun ini) telah melebihi ekspor tertinggi tahun 2019.
Tahun 2019 ekspor kami 330.000 unit, bulan September kemarin (tahun ini) melebihi 334.000 unit.
Ini luar biasa, menunjukkan sinyal-sinyal bahwa industri kita bisa menjadi pemain yang cukup andal," kata Kukuh.
Baca juga: Avanza Masih Terlaris di 2019, Xpander Nomor Dua, Berikut Ranking Penjualan Mobil Segmen Low MPV
Kukuh lebih lanjut mengatakan, tren permintaan kendaraan bermotor telah menunjukkan peningkatan tahun ini.
Tercatat sejak Januari hingga Oktober 2022 lalu, penjualan mencapai 851.000 unit.