Cuaca Jateng
Waspada Banjir dan Longsor di Jateng! BMKG Perkirakan Puncak Musim Hujan Januari-Februari 2023
BMKG memperkirakan sejumlah kawasan di Jawa Tengah sudah memasuki musim hujan dan puncaknya di Januari dan Februari 2023.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah kawasan di Jawa Tengah sudah memasuki musim hujan dan puncaknya akan terjadi pada Januari-Februari 2023.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk siap siaga dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga bencana hidrometeorologi semisal banjir dan tanah longsor.
Bencana diakibatkan aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembaban.
Adapun, bencana hidrometeorologi meliputi kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, tanah longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.
Baca juga: Longsor Ngasinan Kaliwiro Wonosobo, Satu Rumah Warga Rusak Parah
Data yang diterima TribunBanyumas.com dari Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo menyebut, awal musim hujan di Jawa Tengah diprakirakan terjadi pada Oktober tahun 2022.
Prakiraan tersebut lebih cepat satu-tiga dasarian dari normalnya.
Sementara, puncak musim hujan 2022/2023 diprakirakan terjadi pada Januari dan Februari 2023.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memberi peringatan dini akan adanya potensi bencana memasuki cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
Baca juga: Tebing di Sawangan Banjarnegara Longsor Timpa 2 Rumah, 1 Warga Meninggal
Sementara, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi menyebut 35 kabupaten/kota di Jateng berpotensi terkena banjir dan tanah longsor.
"Semua kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki potensi dilanda bencana alam, baik itu banjir maupun tanah longsor," katanya, Senin (24/10/2022).
Ia pun menekankan kepada setiap daerah di Jawa Tengah untuk selalu siaga dan waspada akan adanya potensi bencana.
Sebab, kata dia, bencana bisa menerjang setiap dataran, baik dataran rendah maupun dataran tinggi.
"Dataran rendah atau tinggi, semuanya memiliki potensi bencana masing-masing," imbuhnya.
Baca juga: Kepala BPBD Cilacap Minta Aparat Cari Penyebar Video Hoax Jembatan Serayu Rusak Diterjang Banjir
Meski begitu, BPBD Jateng kini telah berkoordinasi dengan BPBD di masing-masing kabupaten/kota untuk tanggap bencana akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat.
"Ketersediaan sarana prasarana di masing-masing kabupaten/kota hampir semuanya memadai,"
Jika BPBD kabupaten/kota membutuhkan tenaga tambahan, kata Bergas, pihaknya siap melakukan pendampingan dan dukungan.
"Kalau dari daerah butuh bantuan, kita pasti dukung.
Baik secara logistik, sarpras, SDM, dan pendampingan lain," jelasnya. (*)
Baca juga: Jalur Wangon-Yogyakarta Longsor, Ini Rute Pengalihan Jalan bagi Kendaraan Berat. Lewat Purwokerto