Berita Demak

Pembangunan Jembatan Wonokerto Akibatkan Macet Parah, Anggota DPR Minta Tol Semarang-Demak Dibuka

Pembangunan jembatan Wonokerto Demak yang menghubungkan jalur Pantura Kudus-Semarang berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas, kemacetan terjadi

ISTIMEWA/PT PP Tol Semarang-Demak
Foto udara Tol Semarang-Demak Seksi II atau ruas Sayung-Demak. Ruas ini diperkirakan mulai beroperasi Januari 2023. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembangunan jembatan Wonokerto Demak yang menghubungkan jalur Pantura Kudus-Semarang berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas, kemacetan cukup parah kerap terjadi setiap harinya.

Anggota DPR RI Abdul Wachid menuturkan, kemacetan tersebut berdampak serius terhadap perekonomian warga pantura, lantaran sudah terjadi berbulan-bulan.

Ia pun meminta agar jalan tol Semarang-Demak, terutama di Seksi 2 (Sayung-Demak) bisa dioperasionalkan sementara.

"Akibat pembangunan jembatan Wonokerto-Demak, jalur pantura macet parah sudah berbulan-bulan," kata Abdul Wachid, dalam keterangan tertulis kepada TribunBanyumas.com, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Waspada Aquaplaning saat Melintas di Tol Semarang, Jangan Ngebut saat Melintas di 3 Titik Ini!

Anggota DPR RI yang juga Ketua Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid.
Anggota DPR RI yang juga Ketua Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid. (ist/dok pribadi)

Menurutnya, kerugian secara ekonomi ditimbulkan akibat kemacetan yang terjadi ini.

Hal itu lantaran moda transportasi sebagai penunjang pergerakan ekonomi masyarakat terhambat mobilitasnya karena kemacetan tersebut.

"Kalau dihitung secara ekonomi kerugian masyarakat pengguna jalan pantura bisa mencapai ratusan milyar Rupiah.

Jelas berdampak ke mobil angkutan barang, angkutan jasa serta pengguna jalan pribadi.

Bayangkan berapa BBM yang terbakar akibat antrean yang rata-rata dua sampai tiga jam dengan ribuan mobil selama 24 jam," papar pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini.

Baca juga: Kapan Tol Semarang- Demak Seksi 2 Rampung? Ini Progres Terbaru

Selain itu, Wachid mengungkapkan, dampak kemacetan tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas barang yang diangkut.

"Ditambah lagi kiriman barang tidak bisa tepat waktu.

Bisa menimbulkan kerugian barang tidak segar atau busuk," jelasnya.

Bahkan berdasarkan pengalaman sehari-harinya, Wachid mengatakan, kemacetan yang terjadi dengan adanya pembangunan jembatan Wonokerto bisa menghambat waktu hingga berjam-jam.

"Saya sering melewati jalan tersebut dari Jepara ke Semarang atau sebaliknya, merasakan tidak nyaman dengan macet berjam-jam.

Saya amati pekerjaan jembatan Wonokerto Demak ini terkesan lambat sekali," keluh Wachid.

Baca juga: Tol Semarang-Demak Ruas Sayung-Demak Direncanakan Bisa Beroperasi Mulai Januari 2023

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved