Berita Banyumas

Belum Sanggupi Skema Block Seat Bandara JB Soedirman, Sekda Banyumas: Anggaran Sudah Berjalan

Pemkab Banyumas tak sanggup memberi subsidi untuk penerapan sistem block seat guna menghidupkan lagi penerbangan di Bandara JB Soedirman Purbalingga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi memberi keterangan saat kunjungannya ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jumat (30/9/2022). Untuk menghidupkan bandara, Budi Karya Sumadi meminta enam bupati di wilayah Banyumas Raya, memberi subsidi untuk memastikan okupansi penerbangan mencapai 70 persen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengaku tak bisa menyanggupi subsidi untuk penerapan sistem block seat guna menghidupkan lagi penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Mereka beralasan, tak bisa mengubah APBD 2022 lantaran sudah berjalan.

Hal ini berbeda dengan Pemkab Purbalingga yang berkomitmen dan siap mendukung mekanisme block seat.

Sebelumnya, sistem block seat atau pembelian tempat duduk disepakati pemkab di sekitar bandara JB Soedirman.

Adapun jatah block seat yang ditentukan, yaitu Purbalingga 20 kursi, Banyumas 10 kursi, Banjarnegara 10 kursi, Wonosobo 5 kursi, Pemalang 5 kursi, dan Cilacap 3 kursi.

"Sistem block seat tidak bisa dilakukan saat ini karena anggaran sudah berjalan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Pemkab Purbalingga Siap Subsidi 20 Kursi untuk Setiap Penerbangan di Bandara JB Soedirman

Baca juga: Kritik Wacana Block Seat Subsidi untuk Menghidupkan Bandara JB Soedirman, Pengamat: Sampai Kapan?

Namun begitu, Pemkab Banyumas akan berpartisipasi lewat cara menggunakan penerbangan Purbalingga-Jakarta dalam tugas kedinasan November-Desember atau bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPj).

"Jadi, yang tugas ke Jakarta, kita gunakan pesawat itu," jelasnya.

Pihaknya mengatakan, kesanggupan menggunakan penerbangan di Bandara JB Soedirman tidak terpatok pada 10 seat.

Sebab, anggaran di Banyumas saat ini sudah berjalan dan tinggal beberapa bulan berganti tahun.

"Itu sudah kami sampaikan, kemarin, saat zoom (meeting) dengan Kemenhub dan seluruh kabupaten sekitar."

"Sekarang, tinggal pelaksanaan teknis. Dalam waktu dekat akan dirapatkan di Purbalingga," katanya.

Baca juga: Sedang Menimbang Menggelar Pernikahan Berkonsep Syari? Temukan di Banyumas Wedding Fair

Baca juga: Polisi Amankan Pemuda Asal Sokaraja Banyumas, Ditemukan Tiga Bungkus Rokok Berisi Ganja

Wahyu mengatakan, lewat anggaran perjalanan dinas menggunakan pesawat masih dimungkinkan.

"Kalau seluruh OPD, kami ada 29 OPD, bahkan lebih, insyaallah bisa dilakukan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong kabupaten di sekitar Bandara JB Soedirman menerapkan sistem block seat untuk menghidupkan penerbangan di bandara tersebut.

Lewat cara ini, setiap kabupaten akan urunan membeli kursi di setiap penerbangan untuk menjamin tingkat keterisian pesawat paling tidak 70 persen.

Adapun 70 persen keterisian pesawat dapat dikira-kira terisi sekitar 50-an penumpang dalam sekali pemberangkatan. (*)

Baca juga: Sama-sama Nyeri di Ulu Hati, Begini Perbedaan Asam Lambung dan Maag

Baca juga: Data Pemilih di Jawa Tengah Dikabarkan Dicuri Bjorka, Begini Jawaban KPU Jateng

Baca juga: Hiu Tutul 1 Ton Tersangkut Jaring Nelayan di Pantai Rawajati Cilacap, Evakuasi Butuh Waktu 1 Jam

Baca juga: Psikisnya Terganggu akibat Pemberitaan di Medsos, Rizky Billar Tidak Memenuhi Panggilan Polisi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved