Tragedi Kerusuhan di Kanjuruhan

Cerita Oktafianus Khawatir Kondisi Adiknya Marselino usai Arema Vs Persebaya yang Berakhir Ricuh

Pemain PSIS Semarang, Oktafianus Fernando sempat was was mendengar kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya

ist/dok PSIS
Pesepak bola yang merupakan kakak-adik, Oktafianus Fernando (kanan) yang kini berseragam PSIS Semarang bakal melawan tim yang dibela adik kandungnya, Marselino Ferdinan pada pertandingan klasik laga lanjutan Liga 1 2022/2023 antara Persebaya Surabaya kontra PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (22/8/2022). Oktafianus sempat was was ketika mendengar kerusuhan pecah usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemain PSIS Semarang, Oktafianus Fernando sempat was was mendengar kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Pasalnya, sang adik, yakni Marselino Ferdinan yang merupakan wonderkid Persebaya Surabaya berada di dalam stadion saat kerusuhan pecah.

Ofan, sapaan Oktafianus Fernando, mengatakan, mengkhawatirkan adik kandungnya, Marselino Ferdinan yang turut memperkuat Persebaya dalam laga tersebut.

Menurut penuturan Ofan, pihak keluarga sempat kesulitan menghubungi Marselino.

Baca juga: Jalani Penundaan Kompetisi Sepekan, Ini yang Dilakukan PSIS Semarang

"Adik saya di sana ya waktu kerusuhan.

Waktu itu di grup keluarga cemas karena dia tidak bisa dihubungi.

Di sana juga nggak ada sinyal," beber Ofan usai ditemui TribunBanyumas di Stadion Citarum Semarang, Rabu (5/10/2022).

Sebagai kakak kandung, tentunya kehilangan komunikasi saat kerusuhan terjadi menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan.

Baca juga: Liga 1, 2, dan 3 Dihentikan, Tunggu Hasil Kerja TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Beruntung, tidak lama kemudian, Marselino bisa dihubungi setelah dievakuasi menggunakan kendaraan rantis.

"Akhirnya baru bisa menghubungi ketika baru keluar dari mobil panser (kendaraan rantis).

Syukurnya tidak kenapa-kenapa," ungkapnya.

Di sisi lain, rasa sedih disampaikan gelandang serang PSIS Semarang tersebut mendengar kabar tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Bagi Ofan pertemuan Arema FC dan Persebaya sudah tidak asing dengan atmosfer pertandingan ketika kedua tim papan atas asal Jawa Timur ini bertemu, mengingat Ofan cukup lama memperkuat Persebaya sebelum hijrah ke PSIS musim ini.

Baca juga: Laga PSIS Semarang vs Bhayangkara FC Ditunda Akibat Tragedi Kanjuruhan, Liluk: Kami Sangat Mendukung

Pemain yang baru saja berulang tahun pada Selasa (4/10/2022) kemarin tersebut mengatakan sempat khawatir ketika mendengar ada informasi kerusuhan pasca-laga.

Di luar rivalitas Arema FC dan Persebaya Surabaya, Ofan berharap kejadian yang menyebabkan ratusan korban jiwa berjatuhan ini menjadi pembelajaran.

Dia menyebut, sangat terpukul dengan kejadian yang terjadi Malang.

Oleh karena itu dia berharap kasus ini segera diusut tuntas. 

"Saya harap ada investigasi lebih dalam.

Banyak orang tidak bersalah jadi korban, saya prihatin," katanya.

Baca juga: Akhirnya Suporter Solo dan Jogja Bersatu: Aksi Solidaritas dan Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan Malang

Hal senanda turut disampaikan pelatih kepala PSIS Semarang Ian Andre Gillan. Ian menyebut, kejadian di Malang sungguh menyedihkan.

"Saya terkejut melihat kenyataan ini.

Saya tumbuh bersama sepak bola dan tidak menyangka akan ada peristiwa ini.

Saya harap segalanya cepat pulih," jelasnya.(*)

Baca juga: UPDATE 131 Nama Korban yang Meninggal Dunia dalam Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan di Malang

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved