Berita Jepara

Pengusaha Bus AKAP di Jepara Sambat, Pembelian Solar Dibatasi: Kalau 200 Liter Sehari, Sampai Mana?

Pengusaha bus di Kabupaten Jepara mengeluhkan aturan pembatasan pembelian solar maksimal 200 liter per hari.

TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
ILUSTRASI. Bus wisatawan sedang memasuki Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Kabupaten Kudus, Senin (27/12/2021). Pelaku usaha bus di Jepara mengeluh kebijakan pembatasan pembelian solar 200 liter per hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Pengusaha bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Kabupaten Jepara mengeluhkan aturan pembatasan pembelian solar maksimal 200 liter per hari.

Menurut mereka, kebijakan ini menyulitkan para pelaku usaha transportasi dalam memberi layanan maksimal kepada penumpang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara Iqbal Tosin mengatakan, kebijakan tersebut menambah daftar beban yang dihadapi pengusaha bus.

Sebelum aturan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, mereka lebih dulu dihantam kenaikan harga suku cadang bus sebagai dampak perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Bentrok Diduga Suporter Persiku Kudus vs Persijap Jepara, Empat Rumah Warga dan Satu Sekolah Rusak

Baca juga: Persipa Pati vs Persijap Jepara Berakhir Imbang 2-2. Lagi-lagi, Laskar Saridin Harus Berbagi Poin

Baca juga: Ratusan Nelayan Geruduk SPBU Mlongo Jepara, Minta Dilayani Beli Solar Bersubsidi untuk Melaut

Menurut Iqbal, aturan yang membatasi pembelian solar maksimal 200 liter itu tidak maksimal.

Sebagai gambaran, kebutuhan solar untuk perjalanan Jepara-Jakarta pergi dan pulang membutuhkan solar 500 liter.

"Kalau kuota dibatasi 200 liter itu sampai mana sehari?" kata Iqbal, Senin (19/9/2022).

Iqbal mengungkapkan, pengusaha bus kesulitan menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, pengusaha bus termasuk jasa layanan masyarakat. Seharusnya, tidak ada pembatasan solar untuk bus atau kendaraan plat kuning.

Dengan meniadakan pembatasan solar bagi plat kuning, kata Iqbal, subsidi BBM bisa tepat sasaran.

Dia mengkhawatirkan, aturan membuat pemilik bus dan pengelola SPBU saling tidak enak.

Pihak SPBU tidak bisa melayani karena terbentur aturan, sementara pengusaha bus tidak ada tempat lain membeli solar selain di SPBU. (*)

Baca juga: Tak Mau Repot, 3 Pencuri Gondol Kotak Amal dari Masjid di Tawangsari Sukoharjo. Kabur Naik Motor

Baca juga: PSIS Semarang Jalani Latihan Usai Libur, Pelatih Resal Ungkap Menu Khusus untuk Geber Fisik

Baca juga: Keindahan Telaga Merdada di Banjarnegara yang Bermanfaat bagi Petani

Baca juga: Banding Ditolak, Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Diputus Pecat Tidak Dengan Hormat

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved