Kesehatan Anak

Tips agar Anak Mau Mencoba Hal-hal Baru tanpa Membuat Mereka Takut

Orang tua mungkin berharap untuk mencegah kebosanan anak, harus diimbangi dengan hal-hal yang baru

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
Kompas.com
Ilustrasi Ibu dan Anak 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Terlalu lama berdiam diri di rumah selama pandemi membuat banyak orang tua yang kebingungan bagaimana mengenalkan hal-hal baru kepada anak-anak mereka.

Orang tua mungkin berharap untuk mencegah kebosanan anak, harus diimbangi dengan hal-hal yang baru.

Baca juga: Teriakan Minta Tolong Mengungkap Kejadian Anak Bacok Ayah hingga Tewas di Gandrungmanis Cilacap

Baca juga: Kasus Anak Bacok Ayah di Gandrungmanis Cilacap, Ketua RT: Pelaku Alami Gangguan Jiwa, Masih Berobat

Baca juga: Tega! Anak di Gandrungmanis Cilacap Bacok Ayah hingga Tewas, Kesal Tak Dapat Bagian Hasil Panen

Mungkin bagi sebagian orang tua melakukan hal baru sulit bagi anak, baik dalam hal makanan, aktivitas, atau ketrampilan. Anak pasti tau apa yang mereka sukai.

Mungkin akibat dari pandemi akses ke hal-hal baru terpuruk dalam beberapa tahun terkahir ini, kegiatan ekstrakurikuler dan perjalanan yang terbatas, dan lebih sedikit teman bermain dengan teman-teman baru.

Bahkan yang lebih buruk lagi, Covid-19 mengubah dunia menjadi tempat yang lebih menakutkan, di mana semua hal baru dan tidak dikenal datang dengan tertular virus.

“Ketika anak cemas, mereka cenderung lebih menyukai keakraban, dan pengulangan, dan mereka tidak menyukai ketidakpastian,  dan perubahan. Dua kata terakhir itu adalah bagian besar dari hidup melalui pandemi,” kata Eli Lebowitz, direktur Program untuk Gangguan Kecemasan di Pusat Studi Anak Yale dan penulis “Breaking Free of Child Anxiety and OCD: Program yang Terbukti Secara Ilmiah untuk Orang Tua”.

Baca juga: Pulang dari Musala, Ayah di Bukateja Purbalingga Temukan Anak Balitanya Tewas di Kolam Samping Rumah

Baca juga: Ibu Anak Terlempar ke Sungai saat Becak yang Ditumpangi Terserempet Truk di Brebes, Begini Nasibnya

Baca juga: Berawal Buat Camilan Anak, Warga Purwokerto Ini Kantongi Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Bolu Kukus

“Semua anak mengalami kehilangan, baik kehilangan kehidupan normal mereka, mata pencaharian keluarga mereka atau orang yang mereka cintai,” kata Lebowitz yang dilasir dari CNN.

“Tidak mengherankan bahwa kita melihat anak-anak mundur ke tempat-tempat di mana mereka memiliki kendali.” tambahnya.

Salah satu pekerjaan utama orang tua adalah mengekspos bagaimana pergaulan dengan orang baru dan mendapatkan pengalaman baru, dengan harapan anak lebih berpikiran terbuka.

Anak membutuhkan dorongan untuk mengenal dunia luar dan orang tua juga membutuhkan bantuan untuk mencari tahu bagaimana anak merasa aman untuk terbuka.

Berikut tips dari ahli mengenai cara membuat anak Anda mencoba hal-hal baru tanpa membuat mereka takut.

1. Mulailah dengan apa yang mereka ketahui

Ambil sesuatu yang sudah disukai atau dikuasai anak  Anda, dan dorong mereka untuk mencobanya di lingkungan baru atau dengan cara yang sedikit berbeda, kata Maurice J. Elias, profesor psikologi di Rutgers University dan rekan penulis “Emotionally Intelligent Parenting: How to Raise a Self-Disciplined, Responsible, Socially Skilled Child".

“Kami ingin anak-anak kami merasa percaya diri dengan kemampuan mereka dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mencoba sesuatu yang baru. Apa yang baik dari anak-anak kita? Apa yang membuat mereka nyaman? Bagaimana kita bisa membantu mereka maju dalam hal itu?” Misalnya, “jika mereka memainkan alat musik, carilah tempat dimana mereka dapat memainkan alat musik tersebut” Kata Maurice.

Tidak perlu mempelajari alat musik baru, Anda cukup medorong anak agar mencoba sesuatu yang baru yang baru dengan keterampilan atau hobi yang mereka gemari.

2. Buat Daftar

Tanyakan kepada anak Anda hal baru apa yang ingin mereka coba atau minta mereka menulis daftar. Bantu mereka mencari tahu apa yang mereka khawatirkan ketika mereka menghindari hal-hal baru, apakah itu menginap di rumah teman atau hidangan makanan baru.

Terkadang tindakan mengidentifikasi dan menamai ke takutan dapat membantu menguranginya. Ini adalah cara untuk merasa bertanggung jawab atas emosi Anda dan memahami hubungan antara perasaan, pikiran, dan tindakan.

3. Bersimpati dan beri dukungan

Menurut penelitian Lebowitz mendorong orang tua untuk berlatih mengenali ke takutan anak mereka dan mengungkapkan kepastian bahwa anak mereka dapat menangani tugas tersebut. Keduanya sama pentingnya, katanya.

“Komunikasikan penerimaan. Akui bahwa sesuatu mungkin menakutkan atau menyusahkan atau tidak nyaman atau sulit, ”kata Lebowitz.

Sarannya: beri tahu mereka secara langsung bahwa Anda tahu bahwa ini menakutkan atau sulit bagi mereka. Buat itu baik-baik saja.

“Katakan pada anak, yakin bahwa mereka memiliki kapasitas untuk menangani tantangan itu dan menoleransi ketidaknyamanan atau kekhawatiran atau perasaan negatif yang mungkin muncul saat melakukan hal-hal baru atau menakutkan” ungkap Lebowitz.

Orang tua seperti cermin bagi anak-anak, jika orang tua rentan, lemah atau tidak mampu, maka anak akan melihatnya, dan mereka cenderung akan meniru orang tua.

"Orang tua dan pengasuh juga harus melakukan refleksi mereka sendiri," kata Lebowitz.

ADR

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved