Wisata Banyumas

Menjauh dari Hiruk Pikuk Kota di Curug Cipendok, Cilongok, Banyumas

Air Terjun Cipendok merupakan salah satu keindahan alam yang mempunyai daya tarik wisatawan lokal maupun dari luar.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
Google Review
Curug Cipendok di Cilongok, Banyumas 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Air Terjun Cipendok merupakan salah satu keindahan alam yang mempunyai daya tarik wisatawan lokal maupun dari luar. 

Air Terjun Cipendok atau biasa disebut dengan Curug Cipendok  terletak di Desa Karang tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Curug Cipendok merupakan air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 93 m yang masuk kedalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan, Banyumas Timur.

Baca juga: Berkah Libur Lebaran, Tempat Wisata Rintisan Curug Sumba Purbalingga Kebanjiran Pengunjung

Baca juga: Melasti, Puluhan Umat Hindu Banyumas Sembahyang di Curug Gemawang Somagede Banyumas

Baca juga: Curug Orak Arik Memikat Hati Istri Bupati Banyumas, Destinasi Wisata Baru di Baturraden

Lingkungan di curug ini masih alami dengan hutan produksi dan lindung yang terjaga baik, sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri. Pemandangan alam yang indah dan kesejukannya memang sangat terasa saat memasuki area wisata Curug Cipendok.

Menurut ksmtour.com ama Curug Cipendok bermula dari legenda yang masih berkaitan dengan perang Diponegoro saat melawan kolonial Hindia Belanda.

Pemandangan di sekitar Curug Cipendok
Pemandangan di sekitar Curug Cipendok

Saat itu perang yang dimenangkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang menghasilkan perjanjian Dulangmas.

Pada saat itu salah satu wilayah Kabupaten Banyumas, yaitu Ajibarang dipimpin oleh seorang wedana Priangan Timur yang bernama Raden Ranusentika. Beliau diberi tugas untuk melakukan pembukaan hutan  di sekitar lereng Gunung Slamet dengan tujuan akan dijadikan area perkebunan.

Namun seiring berjalannya waktu belum mendapatkan hasil karena terjadi berbagai keanehan seperti saat pohon selesai ditebang, esoknya tubuh lagi seperti semula.

Mengetahui hal tersebut Raden Ranusentika bertapa dan setelah itu ia pergi memancing disekitar air terjun.

Saat Raden Ranusentika memancing, dia mendapatkan cincin warangka keris bersinar kuning keemasan. Atas usulan Breden Santa Air terjun itu disebut dengan sebutan Curug Cipendok. Sebutan tersebut berasal dari bahasa sunda, kata curug yang artinya air terjun dan pendok yang artinya cincin dari bilah keris.

Baca juga: Surga Tersembunyi di Pinggiran Pemalang, Cerita Arun Terkesima Lihat Panorama Curug Bengkawah

Baca juga: Akses ke Curug Pletuk Pesangkalan Masih Terjal, Bupati Banjarnegara Janji Perbaiki Tahun Ini

Baca juga: Ingin Menikmati Keindahan Air Terjun Sambil Ngadem? Yuk, Ke Curug Cipendok Banyumas

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved