PT KAI

Mangkunegara X Komisaris PT KAI, Sejarah Perkeretaapian di Solo Tak Lepas dari Pura Mangkunegaran

Mangkunegara X atau Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo jadi Komisaris PT KAI. Ternyata, Pura Mangkunegaran memang tidak bisa lepas dari sejarah kereta api.

ist/dok KAI Heritage
Stasiun Purwosari dan fasad Stadiun Solo Balapan pada zaman dulu. Pura Mangkunegaran tidak terlepas dari sejarah perkeretaapian di Solo. Mangkunegaran berperan dalam pembangunan Stasiun Purwosari dan Solo Balapan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk  Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X atau Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Ternyata, Pura Mangkunegaran memang tidak bisa lepas dari sejarah perkeretaapian.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya KGPAA Mangkunegara IV menginisiasi pembangunan Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Purwosari di atas tanah milik Mangkunegaran. 

Stasiun Solo Balapan kemudian juga sempat direvitalisasi oleh KGPAA Mangkunegara VII dengan bantuan arsitek ternama Thomas Karsten.

Baca juga: Mangkunegara X Bhre Cakrahutomo Solo Ditunjuk Jadi Komisaris PT KAI

Dilansir dari berbagai sumber, sejarah berdirinya Stasiun Solo Balapan sekitar 150 tahun lalu tak bisa dilepaskan dari peran pemimpin Mangkunegaran Solo.

Tanah yang kini ditempati stasiun tertua di Solo itu merupakan Alun-alun Utara Mangkunegaran.

Di lokasi tersebut, dulu terdapat pacuan kuda balapan, sehingga nama Stasiun Solo Balapan diambil dari sejarah lokasi tersebut.

Laman heritage.kai.id menyebut Stasiun Solo Balapan diresmikan Kamis, 10 Februari 1870.

Baca juga: GPH Bhre Cakrahutomo Resmi Jadi Mangkunegara X, Penobatan Dihadiri Presiden Hingga Raja Trah Mataram

Sementara, Stasiun Purwosari dibangun di atas lahan milik Pangeran Adipati Mangkunegoro.

Pada tahun 1870-an Stasiun Purwosari mulai dibuka untuk umum.

Perusahaan kereta api swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) membangun jaringan kereta api pertama di Indonesia dengan lintas Semarang-Vorstenlanden (Surakarta dan Yogyakarta) menggunakan lebar jalur 1.435 mm.

Baca juga: Pura Mangkunegaran Solo Punya Raja Baru: GPH Bhre Cakrahutomo Ditunjuk sebagai Mangkunegara X

Keberadaan kereta api difungsikan untuk mengangkut komoditas ekspor dari pedalaman ke Pelabuhan Semarang, terutama gula.

Sebagai tempat pemberhentian kereta di Solo, NISM membangun Stasiun Purwosari.

Hingga kini, baik Stasiun Purwosari dan Solo Balapan masih aktif digunakan dan merupakan stasiun strategis yang berada di Solo karena di dalam kota.(*)

Baca juga: Bukan Tarik Tambang! PT KAI Daop 5 Tantang Pegawai Tarik Lokomotif 84 Ton untuk Meriahkan HUT RI

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved