Berita jateng

Ungkapan Kebahagiaan Maestro Wayang Beber Solo: Maturnuwun Pak Ganjar, Rumahnya Sudah Bagus

“Maturnuwun sanget pak, niki sampun sae (rumahnya sudah bagus),” kata Mbah Tris dengan mata berkaca-kaca.

Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SURAKARTA - Mbah Tris, 78, sapaan akrab Soetrisna dan istrinya, Mbah Ning (Hermin Istrianingsih), 68, begitu bahagia ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ke rumahnya, Kamis (14/7). Keduanya adalah maestro wayang beber yang rumahnya dibantu perbaikan oleh Ganjar.

Wayang beber merupakan wayang yang terbuat dari kertas atau Daluwang (Kertas Jawa) yang dilukiskan per-empat episode cerita dan pementasanya berupa pertunjukan gambar yang digelar (dibeber). Pasutri itu masih aktif berkarya di rumahnya yang berada di Kampung Wonosaren, Jagalan, Surakarta.

“Maturnuwun sanget pak, niki sampun sae (rumahnya sudah bagus),” kata Mbah Tris dengan mata berkaca-kaca.

“Alhamdulillah, lha tapi kok kasure ngeten niki? Tak tumbaske sing empuk ya. Masa tidurnya di kursi begini,” kata Ganjar saat menengok kondisi rumah Mbah Tris pasca renovasi.

Baca juga: Lokananta Reborn Solo, Ganjar Usul ada Sekolah Musik di Studio Musik Tertua di Indonesia Ini

Mbah Tris dan Mbah Ning mendapat bantuan perbaikan rumah saat Ganjar berkunjung pada tahun 2018. Saat itu, rumah mereka kondisinya memprihatinkan. Ganjar pun berjanji membantu perbaikan dan menyulap rumahnya sekaligus jadi studio.

“Beliau ini termasuk seniman yang langka. Dulu saya datang ke sini, mohon maaf, karena rumahnya juga tidak layak terus kemudian dibantu oleh teman-teman, Bank Jateng bantu untuk renovasi,” katanya.

Baca juga: Ganjar Minta Rekomendasi kepada KPPU Terkait Percepatan Penanganan Inflasi di Jateng

Mbah Tris, 78, sapaan akrab Soetrisna dan istrinya, Mbah Ning (Hermin Istrianingsih), 68
Mbah Tris, 78, sapaan akrab Soetrisna dan istrinya, Mbah Ning (Hermin Istrianingsih), 68, begitu bahagia ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ke rumahnya, Kamis (14/7).

Baca juga: Ganjar Sebut Siswa Miskin Jadi Prioritas Sisa Kuota PPDB SMA/SMK di Jateng

Ganjar juga berterimakasih pada Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang juga terus memperhatikan keberadaan pasangan seniman Wayang Beber.

Ganjar berharap dengan rumah yang lebih baik, Mbah Tris dan Mbah Ning bisa terus berkarya. Selain itu, rumah yang jadi studio juga bisa menjadi tempat membagi ilmunya untuk generasi saat ini.

“Tentu saja kita kepingin beliau selalu melukis terus. Melukis wayang beber, ilmunya diteruskan kepada yang lain gitu kan, yang anak-anak muda, sehingga keterampilan ini, seni ini akan terus saja hidup dan kemudian ngrembaka,” tutur Ganjar.

Baca juga: Ganjar Kunjungi SMK di Magelang yang Setiap Tahun Lulusannya Dikirim Bekerja di Luar Negeri

Di momen pertemuan mereka, Mbah Tris memberikan Ganjar sebuah lukisan terinspirasi dari kisah Cindelaras. Ganjar, kata Mbah Tris, diibaratkan seperti Cindelaras yang bisa menjadi raja tanpa senjata.

“Tadi lukisannya Cindelaras. Artinya kukuruyuk. Jagone Cindelaras, omahe tengah alas, payone godhong klaras, dia nuwun sewu ini cerita menjadi raja linuwih, tidak bawa senjata,” ungkap Mbah Tris.

“Mulane aku nganggo pakaian adat ki ora nggawa keris,” seloroh Ganjar membuat Mbah Tris tertawa. (*)

Baca juga: Ganjar Bicara Blak-blakan Dampak Lingkungan kepada Pelaku Usaha Galian C di Jateng

  • Berita Terkait :#Berita jateng
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved