Prakiraan Cuaca

BMKG Prediksi Hujan Deras Landa Cilacap dan Banjarnegara hingga Akhir Juni, Warga Diminta Waspada

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap memperkirakan, hujan lebat masih berpotensi terjadi di Jateng bagian selatan hingga akhir Juni.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
ILUSTRASI. Sebuah pikap nekat menerobos banjir yang masih menggenangi Jalan Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Kamis (17/3/2022). BMKG Memperkirakan, hujan lebat akan mengguyur Cilacap hingga akhir Juni. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap memperkirakan, hujan lebat masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga akhir Juni 2022.

Menyikapi kondisi ini, warga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, semisal banjir dan tanah longsor.

"Sampai akhir Juni, masih ada potensi hujan," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Diguyur Hujan, 6 Wilayah di Cilacap Dilanda Banjir dan Longsor. 4 Rumah Rusak

Baca juga: Dihantam Ombak Besar, Kapal Tongkang Batu Bara Terdampar di Pantai Jetis Cilacap

Baca juga: CFD Majenang Cilacap Kembali Dibuka, Warga: Alhamdulillah, Semoga Terus Berlanjut

Teguh menjelaskan, hasil pantauan pada Minggu (26/6/2022), di beberapa wilayah, hujan turun dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Di wilayah Cilacap, misalnya, hujan sangat lebat terpantau di stasiun pengamatan Karangpucung dengan curah hujan mencapai 146 milimeter.

Selain di Cilacap, curah hujan sangat lebat juga terpantau di Banjarnegara, tepatnya di wilayah Purwanegara, mencapai 140 milimeter.

Sedangkan untuk wilayah Purbalingga, tepatnya di sekitar Bukateja, terjadi hujan sangat lebat 113 milimeter.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan, beberapa hal penyebab hujan sangat lebat yakni Dipole Mode Indek (DMI) bernilai negatif -0,49 dari normal ± 0.4.

"Artinya, suplai uap air dari wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat, signifikan. Sehingga, aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan," jelas Teguh.

Selain itu, terdapat belokan angin dan konvergensi sehingga potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa, khususnya Jateng, masih tinggi.

"Anomali suhu permukaan air laut atau sea surface temperature (SST) masih berkisar 1 sampai 3 derajat celsius sehingga berpotensi menambah massa uap air," ujar Teguh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jateng Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga Akhir Juni, Waspada Bencana Hidrometeorologi".

Baca juga: Jumadi Diminta Mundur dari Jabatan Wakil Wali Kota Tegal, Buntut Loncat Partai ke PDIP

Baca juga: Antisipasi Rawan Pangan, Pemkab Purbalingga Berencana Bangun 5 Lumbung Pangan. Berikut Lokasinya

Baca juga: Jembatan Gantung Ambruk di Lumbir Banyumas, Tiga Orang Jatuh ke Sungai

Baca juga: Akibat Hujan Deras, Lumbir Banyumas Dikepung Bencana Alam

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved