Berita Pekalongan
Bocah SMP Jadi Pengedar Narkoba di Kota Pekalongan, Wali Kota Aaf Minta Dinas Terkait Lakukan Ini
Keterlibatan anak di bawah umur sebagai pengedar narkoba menjadi perhatian khusus Wali Kota Pekalongan, Ahmad Afzan Arslan Djunaid.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Keterlibatan anak di bawah umur sebagai pengedar narkoba menjadi perhatian khusus Wali Kota Pekalongan, Ahmad Afzan Arslan Djunaid.
Seperti diberitakan sebelumnya, belum lama ini seorang bocah SMP di Kota Pekalongan, tertangkap basah menjadi pengedar narkoba jenis sabu.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Pekalongan, Ahmad Afzan Arslan Djunaid meminta, dinas terkait untuk membuat kegiatan positif yang dapat mengakomodir semua pelajar dan generasi muda.
Hal itu bisa dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekalongan.
Baca juga: Tak Terima Ditagih Utang, Warga Pekalongan Bacok Baihaqi, Sempat Terjadi Pertarungan Rebutan Celurit
Aaf menilai, bocah SMP itu hanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengedarkan barang haram tersebut.
"Pertama dengar saya merasa miris sekali.
Saya langsung koordinasi dengan Kasatres Narkoba (Polres Pekalongan Kota), anak di bawah umur ini saya yakin dia hanya kurir dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengedarkan narkoba," kata Aaf dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com.
Aaf mengimbau, dinas terkait dan masyarakat harus membuat kegiatan positif yang menyasar generasi muda.
Baca juga: Tanggul Sungai Meduri Jebol, Ratusan Rumah di 4 Desa/Kelurahan di Pekalongan Terendam Rob
Tujuannya untuk mencegah agar generasi muda tidak terjerumus ke jalan yang salah.
Sekaligus agar tidak terjadi kasus serupa.
"Tinggal tugas kita baik melalui Dinas Pendidikan, baik itu melalui Dinparbudpora atau lewat KONI, KORMI untuk bisa saling bekerjasama.
Membuat kegiatan yang positif.
Sehingga mereka tidak akan lari ke kegiatan yang negatif," ungkapnya.(*)
Baca juga: Cerita Bule Perancis Nikahi Ning atau Putri Kiai Pekalongan: Love at First Sight saat Jadi Relawan