Mudik 2022
Waspada! Bersamaan Masa Mudik Terjadi Cuaca Ekstrem, Ini Penyebabnya Kata BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemudik yang hendak melakukan perjalanan, terutama kendaraan pribadi diharapkan untuk berhati-hati terhadap cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
Hujan lebat disertai angin kencan bakal terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
Cuaca ekstrem terjadi karena pengaruh bibit siklon tropis 98S dan sirkulasi siklonik.
Baca juga: Ribuan Orang Ikut Mudik Gratis ke Jateng Hari Ini
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, keberadaan bibit siklon tropis 98S ini akan secara tidak langsung meningkatkan risiko terjadinya hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Selain itu, hujan lebat juga bakal disertai kilat atau petir, serta gelombang tinggi.
Bibit siklon tropis 98S terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan udara minimum 1000 mb.
"Sistem ini bergerak ke arah timur-tenggara dan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah," kata Guswanto dalam keterangan tertulis dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/4/2022).
Baca juga: Mudik Lebaran 2022: Terjadi Kepadatan di Jalur Penghubung Tegal-Bumiayu-Purwokerto
Peringatan dini cuaca ekstrem BMKG disebutkan bahwa selain bibit siklon tropis 98S, ada pula sirkulasi siklonik yang terpantau di Laut Sulawesi yang membentuk daerah konvergensi.
Daerah konvergensi ini memanjang dari Laut Sulu hingga Laut Sulawesi bagian barat, dari Laut Maluku bagian utara hingga Laut Sulawesi, dari Selat Makassar hingga Sulawesi bagian utara, dari perairan timur Sulawesi Tenggara hingga Teluk Tomini, dan dari Pulau Buru hingga Laut Maluku bagian selatan.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis atau sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi tersebut,” jelasnya.
Baca juga: Ratusan Pemudik dari Kumai Kalteng Tiba di Pelabuhan Kendal, Danu: Naik Kapal, Lebih Murah
Dengan begitu, BMKG memberikan peringatan dini cuaca, diimbau agar masyarakat di sejumlah wilayah harus meningkatkan antisipasi terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dalam 3 hari ke depan.
- Potensi hujan lebat disertai angin kencang (Rabu, 27 April 2022)
Peringatan dini cuaca ekstrem hari ini, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang berlaku untuk wilayah seperti:
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat.
Baca juga: H-4 Lebaran, Arus Mudik di Jalur Pansela Cilacap Mulai Meningkat. Didominasi Mobil Pribadi
- Potensi hujan lebat disertai angin kencang (Kamis, 28 April 2022)
Peringatan dini cuaca ekstrem, dengan imbauan waspada hujan lebat disertai angin kencang, pada Kamis, berlaku untuk wilayah seperti:
Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat.
- Potensi hujan lebat disertai angin kencang (Jumat, 29 April 2022)
Peringatan dini cuaca ekstrem, masyarakat diimbau waspada hujan lebat dan angin kencang, pada Jumat, untuk wilayah sebagai berikut:
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat.
Baca juga: Jalur Mudik Pantura Alas Roban Batang Gelap, Dishub Ungkap Alasannya!
Untuk wilayah yang masuk dalam daftar kategori waspada potensi cuaca ekstrem, harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi terhadap risiko dampaknya, terutama bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi akibat cuaca ekstrem adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalanan licin, hujan angin, kilat atau petir, genangan, rob, gelombang tinggi dan lain sebagainya.
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia diimbau waspada hujan lebat disertai angin kencang, yang dapat berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-deras-akibat-cuaca-ekstrim.jpg)