Berita Purbalingga

Tak Ingin Perpecahan di Timur Tengah Terjadi di Indonesia, Ini Ajakan MUI ke Warga Purbalingga

Anggota Komisi Dakwah MUI pusat, KH Dr Masrukhin Abdul Madjid, mengajak umat Islam mengedepankan akhlak dalam menghadapi perbedaan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Pemkab Purbalingga
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan pesan saat peringatan Malam Nuzulul Quran, Senin (18/4/2022), di Masjid Agung Darussalam Purbalingga. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Anggota Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia ( MUI) pusat, KH Dr Masrukhin Abdul Madjid, mengajak umat Islam mengedepankan akhlak dalam menghadapi perbedaan.

Menurutnya, hal inilah yang dapat mencegah perpecahan hingga menimbulkan konflik, seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah.

Hal ini disampaikan KH Masrukhin saat memberikan tausiyah tarawih dan memperingati malam Nuzulul Quran di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, Senin (18/4/2022) malam.

KH Masrukhin mengatakan, disamping mencintai agama (hubuddin), setiap warga negara juga harus memiliki rasa cinta tanah air (hubbul wathon).

"Muslim harus mengedepankan akhlak dalam menghadapi perbedaan," ungkap KH Masrukhin.

Baca juga: Tak Mau Divaksin, Warga Terdaftar BST di Purbalingga Bakal Dicoret dari Penerima Bantuan

Baca juga: Kunci Masih Tergantung, Dua Motor Milik Warga Larangan Purbalingga Dibawa Kabur Pencuri

Baca juga: Polres Purbalingga Tilang 3 Motor saat Patroli Jelang Sahur, Diduga Pemilik Bersiap Balap Liar

Baca juga: Diterjang Hujan Deras, Rumah Warga Rembang Purbalingga Ambruk. Kapolsek: Tak Ada Korban Jiwa

Dia juga mengingatkan warga agar tak mudah terprovokasi oleh perbedaan yang tidak seharusnya dipertentangkan.

Dia mencontohkan, orang Islam harus tahu mana khilafiyah dan mana penyimpangan agama.

Bila terjadi penyimpangan agama maka wajib diamputasi.

"Tapi, kalau kita ketemu orang yang hanya khilafiyah maka harus kita toleransi," ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada jemaah agar senantiasa berprasangka baik terhadap pemerintah.

Karena, ketaatan terhadap pemerintah juga bagian dari perintah agama.

"Siapa orangnya yang dulu mencaci maki pemerintah gara-gara masjidnya ditutup? Sekarang, masjidnya dibuka, kok tidak mau ke masjid? berarti Omdo, omong doang."

"Maka, ayo maksimalkan, mumpung dibuka dan kita berdoa agar corona segera hilang dari dunia ini," ajaknya.

Baca juga: Masih Terdampak Pandemi Covid, 15 Perusahaan di Kudus Diprediksi Cicil Pembayaran THR Lebaran

Baca juga: Talud Lapangan di Belakang SDN 01 Berjo Karanganyar Longsor, Jebol Dinding Kelas dan Perpustakaan

Baca juga: Warga Cindaga Banyumas Ditangkap Polisi, Simpan Sabu dan Alat Hisap di Bungkus Rokok

Baca juga: Cristiano Ronaldo Berduka, Satu di Antara Anak Kembarnya yang Baru Lahir Meninggal

Sementara, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang juga hadir dalam acara, mengajak jemaah memanfaatkan momentum malam Nuzulul Quran untuk meningkatkan iman dan takwa.

"Yang kedua, sebagai muslim, momentum ini juga diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan kecintaan kita terhadap kitab suci Alquran."

"Tidak hanya cinta dalam membaca tapi juga cinta dalam memahami dan mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari," kata bupati. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved