Berita Cilacap
Ada Permintaan Masyarakat, Dishub Cilacap Kaji Perluasan Penggunaan Bajaj di Wilayah Barat
Dishub Kabupaten Cilacap akan mengkaji kemungkinan perluasan pengoperasian bajaj sebagai angkutan kawasan tertentu, khususnya di wilayah barat.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap akan mengkaji kemungkinan perluasan pengoperasian bajaj sebagai angkutan kawasan tertentu (AKT), khususnya di Cilacap wilayah barat.
Kajian ini akan dilakukan lantaran banyak warga meminta agar bajaj yang saat ini beroperasi di wilayah Cilacap Kota Kroya, juga hadir di wilayah barat.
"Cilacap Barat, semisal Majenang, mungkin nanti untuk AKT, jika dibutuhkan, kami akan cross check. Kami kaji dahulu karena di Majenang, untuk bentor, sepertinya masih jarang."
"Kemudian, untuk tata ruang di sana, juga bagaimana pun perlu kami kaji dulu," jelas Kabag Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap Agus Wantoso, Senin (4/4/2022).
Baca juga: Kenaikan Harga Minyak Goreng Picu Inflasi Banyumas dan Cilacap, BI Purwokerto: Masih Terkendali
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga Cilacap Beralih Gunakan Pertalite
Baca juga: Kapolres Cilacap Klaim Tak Ada Antrean Minyak Goreng Curah dan Kemasan Jelang Ramadan
Baca juga: Stasiun Gumilar Cilacap Kembali Layani Naik Turun Penumpang, Tak Layani Pembeli Tiket KA Langsung
Di Cilacap, bajaj merupakan kendaraan umum legal.
Kendaraan roda tiga ini resmi mengaspal di wilayah Cilacap kota dan Kroya pada 2018, menggantikan becak motor (bentor).
Namun, di Cilacap, bajaj hanya boleh beroperasi di kawasan tertentu. Saat ini, hanya boleh ada di Cilacap kota dan Kroya (Cilacap wilayah timur).
"Kenapa yang dipilih kemarin Cilacap Kota dan Kroya, karena di kedua tempat ini, di Kroya, khususnya, ekosistem bentor begitu banyak."
"Sedangkan nomor dua, yaitu di wilayah kota (Cilacap kota). Jadi, memang diprioritaskan di kedua wilayah itu," kata Agus.
Agus mengatakan, total ada 69 unit bajaj di Kabupaten Cilacap, rinciannya, 28 unit beroperasi di Cilacap Kota dan 41 unit di Kroya.
Agus mengatakan, bajaj dipilih Pemkab Cilacap lantaran dinilai lebih aman dibanding bentor. Dari aspek keselamatan juga lebih terjamin.
Dari segi legalitas, juga lebih jelas karena bajaj yang beroperasi sudah melalui uji tipe.
"AKT ini ditanggung asuransi, legalitas jelas dan kalau di jalan, juga tidak akan ditilang."
"Kemudian, untuk tingkat kenyamanan, jelas, keselamatan juga pasti, karena sudah melalui uji tipe, dan setiap enam bulan sekali, diadakan uji berkala kendaraan," jelas Agus.
Agus mengungkapkan, pengoperasian bajaj di Cilacap juga dinilai berhasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/beberapa-unit-bajaj-menunggu-penumpang-di-wilayah-kroya-senin-442022.jpg)